PAMEKASAN — IndonesiaPos
Masjid Darul Karomah di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, menjadi titik temu antara prajurit dan masyarakat pada Jumat siang, 16 Oktober 2026.
Di tempat itulah Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan menutup rangkaian kegiatan nonfisik pekan ini dengan nuansa yang berbeda: khidmat, sederhana, dan penuh kehangatan.
Salat Jumat berjemaah menjadi pembuka rangkaian. Bertindak sebagai khatib adalah Peltu Hidayat, anggota Bintal Satgas. Di hadapan jamaah, ia tidak berbicara soal pembangunan jalan atau sumur bor, melainkan soal nilai yang selama ini menopang program TMMD itu sendiri.
Ia mengawali ceramah dengan menekankan pentingnya saling membantu. Menurutnya, tidak ada pembangunan desa yang bisa berdiri sendiri tanpa kebersamaan. Ketika warga dan prajurit bahu-membahu, pekerjaan yang berat menjadi ringan dan hasilnya dirasakan bersama.
Ceramah kemudian bergeser ke pesan yang lebih personal kepekaan sosial. Hidayat mengingatkan jamaah agar tidak menutup mata terhadap kesulitan tetangga. Desa yang makmur, kata dia, bukan hanya soal infrastruktur yang bagus, tetapi juga soal warga yang saling peduli.
Pada bagian akhir, ia menyampaikan pesan persatuan. Dalam pandangannya, cinta tanah air dan menjaga kerukunan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan. Ketika masyarakat rukun dan TNI hadir di tengah rakyat, fondasi ketahanan nasional menjadi lebih kuat.
Setelah salat selesai, suasana masjid tidak langsung sepi. Satgas TMMD mengajak jamaah untuk tetap tinggal sejenak. Di serambi masjid, anggota Satgas membagikan es teh manis secara cuma-cuma kepada seluruh jamaah.
Aksi sederhana itu langsung disambut warga. Sambil menikmati minuman segar, warga berbincang ringan dengan prajurit yang selama berminggu-minggu bekerja bersama mereka di lapangan. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga desa.
Bagi masyarakat Jarin, Jumat Berkah tersebut menjadi pelengkap dari program TMMD yang selama ini mereka rasakan. Jika pada siang hari mereka melihat prajurit mengecor jalan, mengangkat batu untuk TPT, dan membangun rumah, pada Jumat ini mereka melihat sisi lain prajurit yang hadir sebagai saudara sesama jamaah.
Pihak Kodim 0826/Pamekasan menegaskan, TMMD ke-130 tidak hanya berorientasi pada hasil fisik. Sasaran nonfisik seperti pembinaan mental, kegiatan keagamaan, dan aksi sosial dipandang sama pentingnya untuk mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Di Desa Jarin sendiri, program fisik TMMD mencakup pengaspalan jalan, pembangunan tembok penahan tanah, sumur bor, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni. Seluruh pekerjaan itu dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat.
Kegiatan Jumat ini menjadi pengingat bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang beton dan aspal. Di Masjid Darul Karomah, pembangunan itu juga hadir dalam bentuk pesan persaudaraan dan segelas es teh yang dibagi dengan tulus. (Din/Roy)
KKB Penyerang Pekerja Jalan di Tolikara Terus Diburu Oleh TNI-Polri