BONDOWOSO, IndonesiaPos.co.id
Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Syifullah, yang mengatakan “Bondowoso Miskin Sombong” memantik reaksi keras aktifis di Kota tape.
Salah satu aktifis pergerakan di Kabupaten Bondowoso Siful menyatakan, pernyataan di sebuah media tidak sepatutnya keluar dari mulut orang nomor 1 di jajaran ASN Bondowoso.
“Saya sebagai warga asli Bondowoso tidak terima kalau kabupaten tercinta saya ini disebut Miskin Sombong.” Ucapnya dengan menggebu-gebu kepada wartawan, Kamis (26/9/2019).
Menurutnya, bahwa pernyataan sekda tersebut sudah mencoreng nama baik Bondowoso yang sudah keluar dari Daerah Tertinggal.
“Saya memaklumi, Sekda yang baru ini kan lama menjabat birokrasi di kabupaten tetangga. Jadi dia tidak paham dengan kondisi Kabupaten Bondowoso,” tambahnya.
Sebagai pemuda Bondowoso, sambung Sipul, pihaknya harus banyak belajar kepada para senior. Ia meminta kepada Sekda untuk mengadakan forum diskusi terbuka yang diikuti oleh segenap elemen masyarakat dan stakeholeder guna mengkaji secara ilmiah seluruh ide dan pernyataan Sekda.
“Ya agar pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Sekda ini dalam waktu dekat bisa dipahami oleh seluruh masyarakat bondowoso,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekda menyebut bahwa “Bondowoso miskin tapi sombong”. Pernyataan Sekda tersebut lantaran banyaknya aset milik Pemkab Bondowoso yang terbengkalai seperti Pasar Rakyat Kejayan, Resi Gudang Kopi di Kecamatan Sumber Wringin dan Rumah Sakit paru di Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso yang nilainya mencapai miliyaran rupiah. Dan itu semua bersumber dari dana APBN sehingga tidak mengurangi dana APBD.
Kendati masih ditemukan persoalan setelah dibangun, Sipul berharap semua pihak lebih arif dan bijak dalam memberikan solusi yang cerdas dan terobosan yang inovatif dan dibutuhkan kreatifitas dengan tanpa harus menyakiti pemerintah terdahulu. (sus)