<

Wartawan Media Online Dikeroyok Warga, Polres Sumenep Turun Tangan

SUMENEP,IndonesiaPos – Kasus pengoroyokan yang dialami oleh wartawan yang juga Pimpinan Redaksi dari salah satu media online terjadi di Desa Gapura, Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep,Madura Jawa Timur.

Kapolres Sumenep AKBP Darman, melalui Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengemukakan, kasus penganiayaan itu  berawal saat kendaraan milik Kholik, dihalangi oleh sejumlah warga jalan di dekat Polsek Gapura yang tujuannya agar kendaraan yang masuk dari Desa Gapura sampai ke Desa Gesik dilarang melewati jalan tersebut.

“Sebagian warga Desa Palolokan komplain dengan kendaraan wartawan Kholik, supaya kendaraan itu dipindahkan, alhasil dari permintaan warga tidak bisa dipindahkan. Sedangkan anggota kami Kapolsek melakukan negoisasi untuk dipindahkan, dikarenakan telah mengganggu ketertiban umum, namun hal itu tidak ada titik temu,” ujar Kapolres Sumenep.

Karena belum ada penyelesaian, dan  melihat massa semakin banyak berdatangan, akhirnya anggota Polres di kirim ke TKP dipimpin oleh Wakapolres Sumenep dan Kabag Ops.

“Warga yang merasa terganggu, akhirnya ada titik temu setelah ada mediasi, dan disepakati oleh PT Garam yang akan memperbaiki titik titik jalan yang sudah rusak delapan hari kedepan,”jelasnya.

Namun, sempat terjadi aksi pemukulan terhadap Kholik lantaran ada ketidakpuasan dan luapan emosi sesaat. Akibatnya, kerumunan massa tidak bisa dihindari, sehingga mobil yang ada ditengah jalan mengganggu aktivitas warga.

“Saat itu, anggota Polsek harus mendorong banyak kendaraan massa yang menjadi penghalang akses pengguna jalan. Kemudian pihak Polres mengambil langkah mengamankan Kholik dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan pengobatan dan warga berhasil diamankan,”ucap Kapolres Sumenep.

Kasus pengeroyokan terhadap Kholik, wartawan media Bongkar86, secara cepat kita tangani. “Dan kami netral, karena Sumenep harus tetap kondusif dan jangan sampai kejadian yang membuat orang lain cedera tidak terulang kembali terlebih disituasi masa pandemi Covid-19,”pungkasnya. ( Dyah ).

BERITA TERKINI