<

DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Hasil Serap Aspirasi

SUMENEP, IndonesiaPos – 7 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar rapat Peripurna  menyampaikan hasil Serap aspirasi (Reses) ke-III, yang dilaksanakan pada tanggal 09 sampai 17 Mei 2022. Senin (23/05/2022).

Turut hadir di acara rapat Paripurna DPRD Sumenep, Sekretaris daerah (Sekda) Ir. Edy Rasyadi, M.Si, para kepala OPD, dan segenap anggota DPRD

Ketua DPRD Sumenep, H. Hamid Ali Munir, saat pimpin rapat menyampaikan, serap Aspirasi merupakan sarana untuk mengakomodir, menyerap, menampung, menghimpun dan menindak lanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat

“Tugas dan fungsi dari kedewanan adalah menyerap segala aspirasi dari masyarakat, sehingga mampu melahirkan kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap Hamid.

Dalam penyampaian hasil Reses setiap Fraksi menitik beratkan kepada pembangunan infrastruktur jalan, ekonomi, transportasi, kesehatan dan pertanian.

“Infrastruktur jalan sangat berpengaruh untuk perkembangan ekonomi, yang mana banyak jalan di wilayah kabupaten Sumenep yang tidak layak seperti di kepulauan, baik kepulauan Sapudi, Ra’as dan Kangean,” kata Suharinomo, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Dia menjelaskan, Infrastruktur jalan dari Batu Guluk, kecamatan Arjasa sampai ke petapan Desa Kangayan Kecamatan Kangayan perlu perhatian pemerintah.

“Harus menjadi atensi pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur jalan dan penanggulangan abrasi di pesisir pantai terutama kepulauan,” jelasnya

“Dengan fasilitas infrastruktur jalan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,”tambahnya.

Politisi asal kepulauan Kangean ini menambahkan, masyarakat kepulauan sangat membutuhkan transportasi laut yang memadai dan kelancaran transportasi ekonomi kepulauan dan daratan.

Menurutnya, Pelayanan kesehatan dan sarana dan prasarana kesehatan perlu ditingkatkan.

Sampai saat ini rumah sakit Abuya yang ada di kepulauan Kangean dan telah diresmikan oleh Bupati sebelumnya pelayanan dan sarananya masih belum sepenuhnya maksimal.

“Sering pasien yang akan melahirkan harus dirujuk kerumah sakit daratan dikarenakan keterbatasan peralatan,” imbuhnya.(id/hen )

 

BERITA TERKINI