<

Puluhan Ribu Kader Partai Rayakan HUT PKB ke-25 di Solo

SOLO, IndonesiaPos

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merayakan syukuran hari lahir (Harlah) ke-25 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Minggu, (23/7/2023).

Sebanyak 67 ribu kader hadir dalam acara tersebut, dan sejumlah Ketua Umum Partai Politik juga dijadwalkan datang menghadiri agenda tersebut.

Anggota DPR Fraksi PKB, Nur Nadlifah mengklaim bahwa PKB menjadi partai yang paling peduli dengan nasib dan kesejahteraan perempuan. Nadlifah menjelaskan, PKB menunjukkan kepedulian tersebut dengan memperjuangkan seluruh aspek kehidupan perempuan Indonesia, mulai dari urusan kesehatan, kesejahteraan kaum perempuan, hingga persoalan partisipasi politik perempuan di parlemen.

“Rekam jejak selama 25 tahun terakhir membuktikan kepedulian PKB terhadap perempuan Indonesia. PKB jadi Partai yang paling peduli nasib kaum perempuan,”ujarnya.

Nadlifah pun menjelaskan posisi PKB sebagai partai yang konsisten memperjuangkan keterwakilan perempuan di parlemen. Sebab, saat ini, jumlah Anggota DPR Perempuan dari PKB mulai berjumlah signifikan.

Dia juga menjelaskan PKB punya 11 Anggota DPR Perempuan dari 57 kursi Anggota DPR yang dimilikinya.

“Saya bersama 10 Anggota DPR Perempuan lainnya (atau sekitar 20 persen) saat ini menjadi bukti PKB punya keberpihakan kepada keterwakilian perempuan. Partai dan Ketua Umum (Gus) Muhaimin Iskandar juga menempatkan kami pada posisi-posisi strategis,”ucap Nadlifah yang juga menjadi Panitia OC Harlah PKB Ke-25 tahun tersebut.

Menurut Nadlifah, selama bertugas di Komisi IX, partai meminta dirinya berfokus pada persoalan pekerja migran perempuan dan stunting. Misalnya, terkait upaya pencapaian target penurunan stunting hingga ke level 14 persen dan tingkat pendidikan perempuan yang mulai meningkat signifikan.

Bagi PKB, kata Nadlifah, perbaikan kehidupan perempuan memang merupakan kunci masa depan bangsa.

“Visi dan misi PKB sangat jelas. Salah satunya, mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual. Caranya tentu dengan mendorong perbaikan pendidikan dan kehidupan perempuan Indonesia,”tutur dia.

 

BERITA TERKINI