SUMENEP, IndonesiaPos
Pemuda Aliansi Amanat Rakyat Madura Raya (PAARMR) di kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, melakukan unjuk rasa di depan kantor Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep. Rabu (26/7/2023)
Mereka menyatakan sikap akan terus mengawal kasus penyelundupan pupuk illegal di Sumenep.
Kordinator aksi Aliansi Amanat Rakyat Madura Raya, Hasim menjelaskan, persoalan pupuk bersubsidi adalah kasus klasik yang tak kunjung usai di Kabupaten Sumenep dalam beberapa musim.
Menurutnya, kasus ini kerap terjadi, dan berakibat pupuk subsidi langka. sehingga para petani semakin sengsara
“Tentu kondisi semacam ini membuat geram para petani dan para aktivis di Sumenep. Kasus penyelundupan pupuk subsidi, yang hari ini ada di meja pengadilan negeri sumenep akan kami kawal,”kata Hasim dalam orasinya di depan DKPP setempat.
Hasim berjanji akan terus mengawal kasus tersebut sampai terbongkar siapa otak di balik kasus ini, yang menjadi penyakit d lingkungan patani,
“Maka berdasarkan fakta di persidangan, pihaknya menuntut Kepala DKPP Sumenep, agar menon aktifkan kelompok Tani (Poktan) Bintang Karya desa Aengbeje Kenek Kecamatan Bluto, dan mencopot jabatan kepala BPP Kontratani kecamatan Bluto, karena di gagal membina kelompok tani,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto menyampaikan akan melakukan perbaikan di internal kelompok tani.
“Jika ada yang melanggar apa yang di usulkan dari Aktivis Aliansi amanat rakyat Madura Raya,”katanya. (Amin/Hen).