BONDOWOSO — IndonesiaPos
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bondowoso, Bambang Mujiono menyatakan, besarnya angka kemiskinan ekstrem (desil 1) yakni sebesar 75.319 jiwa yang tersebar di Kabupaten Bondowoso.
Berikut urutan 5 besar di Kabupaten Bondowoso:
- Kecamatan Tlogosari sebesar 6.147 jiwa
- Kecamatan Tamanan sebesar 6.049 jiwa
- Kecamatan Grujugan sebesar 5.383 jiwa
- Kecamatan Cermee sebesar 5.357 jiwa
- Kecamatan Maesan sebesar 4.955 jiwa
Bambang menjelaskan, berdasarkan sumber data: Rekapitulasi DTSEN Kabupaten Bondowoso, benar- benar bersinergi lintas perangkat daerah. Upaya-upaya cross cutting dalam rangka mencapai satu tujuan strategis yang sama, wajib segera dilaksanakan untuk memberikan program yang tepat sasaran dan tepat guna secara berkelanjutan.
“Dalam pantauan kami, progress dan capaiannya, bukan hanya sekedar formalitas untuk dilaksanakan dan hanya untuk menggugurkan kewajiban,”kata Bambang.
Bambang mengingatkan, pengentasan kemiskinan ekstrim adalah kewajiban kita bersama dan prestise sebuah daerah akan komitmennya dalam melaksanakan pembangunan. “Bangunlah jiwanya bangunlah raganya,”tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto juga menyatakan, bahwa dengan aturan baru PDAM Ijen Tirta Kabupaten Bondowoso menjadi Perumda diharapkan bisa menyumbangkan sebagiaan laba terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, sesuai aturan selama ini perusahaan daerah masih belum mempunyai kewajiban menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dikarenakan layanan masih belum mencapai 80%.
“Oleh sebab itu dengan menajemen seperti yang sekarang ini ditambah dengan disahkanya tentang Perda Perumda PDAM Ijen Tirta nantinya bisa menyetor sebagian laba yang dihasillkan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD),”terang Andi. Pada (6 Nopember 2025)
Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Bondowoso ini pun rutin melakukan pertemuan Rutin dengan binaanya IWP ( Ikatan Wanita Perjuangan ) Kecamatan Tlogosari dan Kecamatan Sumber Wringin.
Hal itu dilakukan untuk melihat secara langsung Pelatihan Kerajinan untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pendidikan politik bagi kaum perempuan ini digelar di rumah Nurul Fadilah, Ketua IWP (Istri Andi Hermanto ).
Menurutnya, Pendidikan politik bagi kaum perempuan ini untuk meningkatkan peran dan fungsi perempuan di kancah perpolitikan, khususnya di Bondowoso. Sehingga kaum perempuan semakin memperkuat posisinya baik di partai politik, pemerintahan, dan jabatan pemangku kebijakan lainnya.
“Pendidikan politik ini bagian dari penguatan peran dan kapasitas perempuan baik di parlemen maupun di pemerintahan dan dimanapun, Kita berharap perempuan terus meningkatkan kontribusi nyata berupa solusi dalam bentuk program dan kebijakan. Dengan begitu, pendidikan politik ini juga mempunyai kompetensi, dedikasi, komitmen dalam memperjuangkan kepentingan kaum perempuan,”tandasnya .
Sementara itu, Ketua IWP Kabupaten Bondowoso, Nurul Fadilah mengungkapkan, mengenai peran dan fungsi perempuan di politik, IWP telah memiliki komitmen untuk mengakomodir kepentingan perempuan.
Tak hanya itu, PDI Perjuangan telah memberikan ruang dan kesempatan kepada perempuan untuk menjadi pemimpin, baik di politik maupun di pemerintahan.
“Begitu juga posisi kaum perempuan tidak lagi mengalami diskriminasi, karena kaum perempuan justru banyak memberikan kontribusi kepada kaum laki-laki,”ungkapnya.
Harus diakui, tambah dia, kaum perempuan di Indonesia adalah mayoritas, namun masih banyak yang enggan berpolitik. “Sehingga peran untuk mengambil sebuah kebijakan masih sangat minim,”terangnya.
