JAKARTA – IndonesiaPos
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menyusul meluasnya banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis, 22 Januari 2026.
BPBD mencatat banjir merendam 125 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 14 ruas jalan di Jakarta. Wilayah terdampak tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adhi menyatakan, personel telah dikerahkan untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah terdampak.
“BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan sistem drainase dan tali-tali air berfungsi optimal,” ujarnya. Pada Jumat pagi, 23 Januari 2026,
Di Jakarta Barat, banjir merendam 38 RT yang tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Duri Kosambi, Kapuk, Rawa Buaya, hingga Kedoya. Ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga 150 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 55 RT. Genangan terjadi akibat hujan deras serta luapan Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung.
Di Jakarta Timur, banjir merendam 30 RT, terutama di wilayah Cipinang Melayu, Kampung Melayu, dan Bidara Cina. Luapan Kali Ciliwung dan Kali PHB Sulaiman turut memperparah kondisi genangan di kawasan tersebut.
Adapun di Jakarta Utara, banjir tercatat merendam dua RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Hingga saat ini, BPBD terus melakukan pemantauan intensif di wilayah pesisir.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 14 ruas jalan utama yang berdampak pada kelancaran lalu lintas. BPBD mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mencari jalur alternatif.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan untuk warga terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pengungsian tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.
“Kami akan terus bersiaga dan melakukan langkah-langkah penanganan. Ini diberlakukan hingga kondisi banjir dinyatakan aman dan terkendali.