<

Berita Kasat Lantas Polresta Depok Dimutasi, Hoax

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo

DEPOK, IndonesiaPos.co.id

Berita terkait mutasi Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo yang dimuat di salah satu media online lokal Kota Depok tidak benar (Baca : Hoax).

Dari berita tersebut, disebutkan bahwa Kasat Lantas Polresta Depok dimutasi ke Polres Metro Bekasi dan jabatannya diturunkan menjadi Wakasat Lantas.

Baca juga : kesbangpol-depok-gandeng-masyarakat-deteksi-dini-orang-asing

Saat dihubungi indonesiapos.co.id, Kasat Lantas Polres Depok, Kompol Sutomo membantah kebenaran soal berita tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini dirinya masih dipercaya oleh pimpinannya untuk bertugas dan memberikan pelayanan bagi masyarakat di Kota Depok.

“Awalnya sih ada rencana ke Bekasi Kota atau Tangerang Kota, tetapi tidak jadi. Alhamdullillah, sampai saat ini saya masih tetap dipercaya untuk bertugas dan melayani masyarakat Kota Depok”, ujar Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo, Sabtu (14/9/2019).

Baca juga : nvestigasi-dugaan-pungli-di-pasar-cisalak-depok-begini-hasilnya

Tak hanya itu, Kompol Sutomo juga membahtah isi berita yang mengkaitkan soal isu mutasi dirinya dengan “pertikaian” program contra flow yang menjadi program Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

Menurut Kompol Sutomo, dengan pencabutan kebijakan program contra flow di Jalan Arif Rahman Hakim, pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) justru memuji langkah tepat yang dilakukan jajaran Satlantas Polresta Depok.

Baca juga : pn-depok-kembali-tolak-gugatan-pemkot-depok

“Tindakan diskresi yang kami lakukan itu adalah untuk kepentingan masyarakat banyak. Kalau macet total gara-gara contra flow dan Polisi tidak melakukan tindakan, maka masyarakat dan pengguna jalur yang akan dirugikan. Justru tindakan yang diambil pihak kepolisian Depok mendapat pujian dan dibilang tepat sama Dir dari BPTJ, Bapak Carlo”, beber Kompol Sutomo.

Penolakan kebijakan lalu lintas yang diterapkan di Jalan Arif Rahman Hakim, lanjut Sutomo, merupakan aspirasi dari masyarakat.

“Kalau Polisi tidak mengakomodir aspirasi masyarakat terkait kebijakan lalu lintas, lalu siapa lagi yang akan perduli dengan aspirasi mereka ? Kita (Polisi, red) melakukan tindakan mana kala inovasi yang diterapkan tidak tepat. Teman-teman bisa lihat sendiri, beberapa waktu lalu Jalan Arif Rahman Hakim justru terlihat macet total karena kebijakan Contra Flow. Kemacetan yang terjadi bahkan dialami warga selama dua minggu berturut-turut. Inikan jelas-jelas merugikan masyarakat,”pungkas Kompol Sutomo. (Tur, Fer)

BERITA TERKINI