<

Catatan BPBD DKI, Ada 74 RT dan 15 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA — IndonesiaPos

Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) menyebabkan sejumlah wilayah kembali tergenang.

BPBD DKI mencatat hingga pukul 17.00 WIB sore, terdapat 74 RT dan 15 ruas jalan yang masih tergenang banjir. Genangan ini dipic hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu 7 Maret hingga Minggu 8 Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menyatakan, genangan tersebar di sejumalh wilayah. Di antaranya,, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan ketinggian air antara 10 hingga 120 sentimeter.

Sebagian besar genangan disebabkan oleh curah hujan tinggi serta luapan beberapa kali di sejumlah titik. Di Jakarta Barat, terdapat 31 RT yang masih terendam.

Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke (4 RT) dengan ketinggian air 65–70 cm, Rawa Buaya (9 RT) dengan ketinggian 60–120 cm. Serta Kedoya Selatan (4 RT) dengan ketinggian sekitar 60 cm.

Selain itu, genangan juga tercatat di Jelembar Baru, Kebon Jeruk, Kedoya Utara, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.

Sementara di Jakarta Selatan, tercatat 12 RT masih tergenang. Genangan terbesar berada di Kelurahan Kuningan Barat sebanyak 9 RT dengan ketinggian air 30–80 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang serta Kali Krukut. Genangan juga terjadi di Pela Mampang dan Duren Tiga.

Adapun di Jakarta Timur, terdapat 31 RT yang terdampak banjir. Wilayah yang tergenang meliputi Pondok Bambu (1 RT), Cipinang Melayu (12 RT) dengan ketinggian 20–50 cm, Halim Perdana Kusuma (15 RT) dengan ketinggian 30–70 cm, serta Kebon Pala (3 RT).

Meski demikian, BPBD mencatat sejumlah wilayah sebelumnya terdampak kini telah berangsur surut. Beberapa di antaranya Kelurahan Petogogan (39 RT), Kampung Melayu (16 RT), Cawang (7 RT), Pesanggrahan (7 RT), Pejaten Barat (5 RT), serta Bidara Cina (4 RT).

Selain permukiman, 15 ruas jalan di Jakarta juga masih tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 cm.

Di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13 di Rawa Buaya, Jalan Kapten Pierre Tendean di Kuningan Barat, Jalan Srengseng Raya, Jalan Puri Kembangan, hingga Jalan Bendungan Hilir di Jakarta Pusat.

Akibat banjir tersebut, sejumlah warga juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) atau 60 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Fudhollah.

Sementara di Kembangan Utara terdapat 11 KK atau 30 jiwa yang mengungsi di Masjid Jami Al Ikhlas. Jumlah pengungsi terbesar tercatat di Kelurahan Kuningan Barat yang tersebar di beberapa lokasi.

Mereka antara lain mengungsi di Musala Al Husnah, Nurul Hidayah, Nurul Yaqin, dan Masjid Baitussalam dengan total ratusan jiwa. Selain itu, warga terdampak juga mengungsi di beberapa titik di Kelurahan Pejaten Barat.

Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di berbagai wilayah.

Juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

BPBD juga bekerja sama dengan lurah dan camat setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir. Genangan di sejumlah titik ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan dan banjir susulan mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi.

Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi nomor layanan 112 yang tersedia selama 24 jam dan tidak dipungut biaya.

 

 

Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan Semalam

BERITA TERKINI

IndonesiaPos