JAKARTA, IndonesiaPos
Ceramah pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang mengancam akan memenggal kepala bagi siapa pun yang menghina nabi, ulama atau Islam. Nada ancaman itu disampaikan Rizieq dalam sebuah ceramah beberapa waktu lalu.
“Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses, betul? kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan. Takbir! Takbir!,” ucap Rizieq.
Sontak saja nada ancaman Rizieq tersebut menuai reaksi dari para tokoh nasional seperti Jimly Asshiddiqie dan Alissa Wahid, putri Alm Gus Dur. Bagi Jimly, apa yang disampaikan Rizieq adalah bentuk hasutan yang akan sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI. Oleh sebab itu Jimly berharap aparat keamanan bertindak tegas terhadap Rizieq yang semakin tidak tahu diri.
“Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian dan permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” kata Jimly dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).
Sementara itu Alissa Wahid menanggapi isi ceramah Rizieq sebagai bentuk hasutan. Dia sependapat dengan apa yang disampaikan Jimly Asshiddiqie dimana ceramah tersebut sangat membahayakan bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. Menurutnya apa yang disampaikan Rizieq adalah bentuk kekejian yang terang-terangan.
“Pada dasarnya, ceramah seperti itu sudah masuk kategori Incitement to Violence (hasutan untuk melakukan kekerasan). Bahaya sekali,” tulis Alissa Wahid dalam akun media sosialnya.
Sementara itu, salah satu aktifis media social, Rudi S Kamri, mengaku jika video terkait ucapan Rizieq Shihab berbahaya yang mengancam Negara memenggal kepala orang kalau polisi tidak memproses orang yang dianggap menghina agama, nabi dan ulama’, ini bahaya. Ini Negara hukum.
“Kalau Polisi dianggap tidak menindak para penista agama itu katanya, dia (Rizieq Shihab) akan mengerahkan masa untuk memenggal kepala orang, dan akan membuat Indonesia seperti Prancis, ngawur dan Ini tidak boleh dibiarkan,”tegasnya.