BANTEN — IndonesiaPos
Banjir merendam Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon, tepatnya di wilayah Ciwandan, Cilegon, Provinsi Banten. Akibat banjir ini, ruas jalan tersebut putus alias tidak dapat dilalui kendaraan.
Banjir di kawasan ini terjadi sejak Jumat (2/1/2026) sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menyebut banjir terjadi akibat minimnya saluran drainase serta tertutupnya jalur pembuangan air menuju laut.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan nekat menerjang genangan air di JLS Cilegon pada sore hari. Ketinggian air dilaporkan hampir mencapai setengah tinggi mobil.
Dalam video lainnya yang direkam pada malam hari, terlihat air mengalir deras melintasi badan jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh total dan tidak ada kendaraan yang dapat melintas di kawasan itu.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan banjir di JLS Cilegon menyebabkan akses lalu lintas terputus hingga saat ini. BPBD juga mencatat sempat terjadi kepadatan kendaraan dari arah Cilegon menuju Anyer akibat kondisi tersebut.
“Masih terputus. Titik banjir ada di Cigading, Ciwandan, tidak bisa dilewati kendaraan,” kata Lutfi.
Menurut Lutfi, Jalan Lingkar Selatan merupakan ruas jalan yang rawan banjir saat hujan deras atau hujan turun dalam durasi lama. Hal ini disebabkan oleh kondisi drainase yang berukuran kecil dan banyak yang tersumbat.
“Kalau kasus Ciwandan ini, kalau hujan seharian atau semalaman pasti banjir karena drainasenya kecil dan tersumbat,” ujarnya. Selain itu, ia menyebut aliran air hujan di kawasan tersebut tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai.
Banyaknya aktivitas industri di Cilegon turut memperparah kondisi tersebut. Karena jalur pembuangan air ke laut telah tertutup.
“Dulu pembuangan air ke laut. Sekarang karena banyak pabrik, jalur pembuangan air hujan tidak ada. Jalur pembuangan ke laut sudah ditutup,” katanya.