JEMBER – IndonesiaPos
Program Optimalisasi Lahan Pertanian (Oplah) Jember Kini menjadi sorotan masyarakat, pasalnya selain tidak tepat sasaran, dugaan Mark up juga terjadi pada paket saluran penampungan Air.
Dari informasi yang berhasil dihimpun media dari sumber dilapangan menyebutkan, untuk pembangunan kolam penampungan air menghabiskan anggaran hingga Rp.91 juta.
Kejadian ini terjadi dalam program Oplah di Banjarsari kecamatan Bangsal. Dalam papan nama proyek menyebutkan, Oplah sebesar Rp.91, 5 juta yang bersumber dari APBN untuk kelompok tani Ngudi Makmur I digunakan untuk bak penampungan air. Belum jelas untuk apa keperuntukannya namun yang jelas, anggaran pembangunannya diprediksi kurang lebih hanya 20 juta.
Sebelumnya, Haryanto, salah seorang warga Banjarsari kecamatan Bangsalsari melayangkan surat audensi ke DPRD Jember .
Dalam suratnya menyebutkan Perihal: Pengaduan dan Permohonan Audiensi Terkait Pelanggaran Keterbukaan Informasi Publik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jember
“pada tanggal 29 Desember 2025, saya telah mengajukan permohonan informasi publik secara resmi kepada PPID Pelaksana Dinas Pertanian terkait:
- Dokumen Mekanisme Pencairan dana bantuan.
- Rincian Anggaran Biaya (RAB) program.
Laporan Keuangan/Realisasi 107 Kelompok Tani penerima program. - Namun sayangnya hingga kini pihak terkait bungkam,”ujarnya
Program Oplah sendiri dilaksanakan dalam beberapa paket pekerjaan, seperti pembangunan irigasi, irigasi perpompaan serta bak penampungan.
Untuk irigasi perpompaan, media menemukan beberapa titik pekerjaan. Salah satunya di Proyek optimalisasi Lahan (Oplah) pertanian bantuan pusat berupa pembangunan irigasi perpipaan di desa Karanganyar 2025 berpotensi rugikan negara. Pasalnya dalam pelaksanaannya tidak ada papan nama kegiatan yang terpampang dalam kegiatan tersebut. Parahnya lagi penanggung jawab kegiatan pengerjaan proyek tersebut terkesan “menutup” diri.
Padahal untuk tehnis kegiatan irpom, dibutuhkan Submersible yang harganya hingga puluhan juta dan berpotensi digantikan mesin sedot air biasa yang harganya selisih jauh. (kik)
DTPHP Jember Bungkam Soal Pelaksanaan Program OPLAH, Warga Banjarsari Minta Audensi Dengan DPRD
