<

Food Street, Ikon Malioboro Jember Belum Difungsikan. Ada Apa?

JEMBER – IndonesiaPos

Belum adanya kegiatan di area trotoar  sepanjang jalan Ra.kartini menjadi perhatian sejumlah masyarakat.

Proyek yang menelan anggaran PAPBD Jember 2025 sebesar Rp.3 milyar tersebut terkesan dipaksakan.

Muncul spekulasi bahwa pembangunan pusat kuliner untuk UMKM tersebut hanya untuk menghabiskan sisa anggaran 2025 meski pada akhirnya SILPA kabupaten Jember tahun 2025 mencapai Rp.700 milyar. Angka fantastis untuk besaran SILPA nomer 2 terbanyak selama 10 tahun terakhir.

Awalnya, proyek pembangunan  food street dibangun sebagai sarana untuk menata UMKM terutama di sekitaran alun-alun jember agar tidak terkesan mengganggu pandangan, ahirnya bupati Fawaid mencontoh kegiatan UMKM seperti di Malioboro yogyakarta dengan mambagun food street. Meski realitanya kegiatan UMKM di Malioboro ternyata difokuskan disatu titik, tidak lagi tersebar di sepanjang jalan Malioboro.

Imbas belum difungsikan foto street tersebut menjadi pertanyaan masyarakat, Sl salah seorang pedagang yang biasa mangkal di alun-alun Jember mengaku bingung, sebab dengan belum difungsikannya area kuliner tersebut membuat sejumlah pedagang berharap-harap cemas.

” Kapan difungsikan hingga kini belum jelas, sudah hampir 2 bulan tidak ada kepastian. Area tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada pemanfaatan,” ujarnya.

Senada dengan Sl, salah seorang pengguna jalan, Abdi kepada media juga mengeluhkan keberadaan food street tersebut, selain tidak ada manfaatnya karena tidak ada aktifitas, keberadaan area kuliner tersebut membuat kemacetan parah saat jam-jam sibuk.

“Setiap hari saat mengantarkan sekolah,area tersebut sangat macet. Bahkan tidak jarang para pengguna jalan tersebut naik ke trotoar area food street,”ungkapnya.

“Saya sendiri kalau pas macet terpaksa naik lewat trotoar food street itu. Daripada tidak digunakan,”pungkasnya. (Kik)

 

Kejari Jember Dalami Laporan Dugaan Penyewaan Lahan Aset Pemkab Secara ilegal di Wirowongso

BERITA TERKINI

IndonesiaPos