<

Indonesia Dirancang Jadi Pemimpin Dunia, Ini Kata Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto

JAKARTA, IndonesiaPos

Sekretaris Jenderal  (Sekjend) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengungkapkan, bahwa para pendiri bangsa sudah merancang Indonesia untuk menjadi pemimpin bangsa-bangsa di dunia sejak merdeka.

Menurut Hasto, Indonesia seharusnya menjadi komandan dari pasukan perdamaian dunia. “Kita harus menjadi pemimpin dalam seluruh aspek kehidupan di dunia,” ungkapnya saat menjadi narasumber Seminar Nasional Memperingati Hari Kelahiran Pancasila bertema ‘Api Semangat Pancasila dalam Bela Negara’ yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6/2021).

Hasto menjelaskan, hal itu pun kerap menjadi motivasi Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian. Menurut Mahasiswa S3 Cohort Unhan RI itu, Indonesia harus membangun kekuatan pertahanan.

Hasto menyampaikan, diplomat-diplomat muda Indonesia harus melakukan pendekatan ke sejumlah negara untuk menyelesaikan persoalan di Laut China Selatan dan Timur Tengah.

“Semangat dari kemanusiaan dalam perspektif keluar dalam perdamaian dunia itu sudah dibangun. Dengan diplomat-diplomat kita, kita temui Amerika Serikat, kita temui Tiongkok (China), kemudian kita jadi juru damai. Di saat bersamaan, kita perlu membangun kekuatan militer kita agar kita bisa menjadi juru damai, agar kita disegani. Kita harus punya kekuatan yang andal dan terkuat di belahan bumi selatan,” ujarnya.

Di samping itu, Hasto berharap, acara Seminar Nasional Memperingati Hari Kelahiran Pancasila dengan tema ‘Api Semangat Pancasila dalam Bela Negara’ bisa membangkitkan semangat generasi muda.

“Semangat kepeloporan kita bagi generasi muda. Di Universitas Pertahanan kami diajarkan untuk membangun konsepsi, strategi pertahanan yang khas Indonesia. Semangat ini memberikan jiwa kepimpinan kita dalam Pancasila,” katanya.

Hasto juga berharap, Pancasila bisa menjadi ideologi dunia.

“Sehingga Pancasila tidak hanya sebagai ideologi bangsa tapi mampu menjadi ideologi dunia dan menjadi jalan tengah solusi berbagai konflik-konflik yang terjadi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI