<

Ismael Thomas Resmi Menerima Award SNKI dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia

Ismael Thomas Resmi Menerima Award SNKI

JAKARTA — IndonesiaPos

Mantan Bupati Kutai Barat Dua Periode Ismael Thomas SH Msi, baru baru ini Menerima Award SNKI dari Kementrian Kebudayaan RI di Jakarta

Pemberian penghargaan Award sebagai Anugerah Naga Sasra ini, adalah satu satunmya kepada Putra daerah Kutai Barat Ismael Thomas yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bertempat di Kantor Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Penghargaan diberikan kepada Ismael Thomas sebagai upaya menjaga kelestarian adat dan warisan nusantara terus mendapat ruang apresiasi yang tinggi di tengah masyarakat.

Dalam momentum penuh khidmat, Tokoh masyarakat Kutai Barat Ismail Thomas secara resmi dianugerahi Anugerah Naga Sasra, oleh Kementerian Kebudayaan RI, melalui Award SNKI, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan atas kontribusi nyata dalam mendukung eksistensi ekosistem budaya lokal.

Sementara itu Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar, Waluyo Dwi Atmojo Setiobroto, menegaskan bahwa esensi dari merawat benda-benda bersejarah atau tosan aji jauh melampaui sekadar menjaga fisik barang tersebut.

Menurutnya, ada nilai tak berwujud (intangible value) yang dipertaruhkan jika generasi masa kini abai terhadap warisan leluhur.

“Ketika pusaka dilestarikan, yang sesungguhnya dijaga bukan hanya bendanya, melainkan ingatan kolektif, jati diri, dan akar budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Waluyo menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat.

Penghargaan Naga Sasra tidak diberikan kepada sembarang tokoh. Apresiasi ini secara khusus dirancang untuk menghormati individu atau institusi yang dinilai memberikan dampak masif terhadap kelangsungan ruang ekspresi kebudayaan.

Mantan Bupati Kutai Barat, Ismael Thomas dinilai sangat layak menerima penghargaan ini karena terbukti memenuhi kriteria penting, di antaranya. Konsisten memberikan wadah yang luas bagi para pelaku seni, budayawan, dan pelestari tradisi untuk mengeksplorasi karya mereka, dan menghadirkan sokongan kuat, baik melalui pengaruh institusional maupun kebijakan strategis yang berpihak pada kearifan lokal. Serta mampu memicu kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat untuk ikut serta merawat tradisi.

Selain itu, menjadi pilar penting di balik kesuksesan berbagai gelaran kebudayaan berskala besar yang membawa dampak ekonomi dan sosial yang positif.

Mendapatkan kehormatan menerima penghargaan, Ismael Thomas menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas apresiasi tersebut. Bagi dirinya, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan kompas penentu arah bagi masa depan generasi penerus.

“Budaya adalah kemudi sebuah peradaban. Jika kita membiarkan Mandau dan tradisi leluhur kita punah, kita sedang menghapus jejak sejarah kita sendiri di masa depan,” ungkap Ismael Thomas,

Meski bersyukur atas penghargaan yang diterima, Ismail Thomas tidak menampik adanya tantangan krusial yang dihadapi dunia kebudayaan saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan arus modernisasi, ia melihat kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kebudayaan lokal masih sangat minim.

Kondisi ini terlihat jelas pada mulai berkurangnya minat pemuda dalam mendalami seni pembuatan Mandau—sebuah proses kompleks yang membutuhkan keahlian tinggi, mulai dari teknik menempa bilah besi hingga seni ukir.

Guna menjawab tantangan tersebut dan memastikan api pelestarian tetap menyala, Ismail Thomas telah menyiapkan rencana strategis ke depan.

Ia berkomitmen penuh untuk membangun sebuah wadah khusus yang representatif bagi para pelaku seni tradisi di Kutai Barat.

Wadah ini dirancang untuk menampung para pande besi (penempa), pengrajin sarung (kumpang), hingga pembuat hulu (gagang) Mandau agar dapat bekerja dan berkreasi secara terintegrasi.

“Kita akan manfaatkan space (ruang) di bawah enam Lamin yang ada di Taman Budaya Sendawar (TBS) sebagai basecamp utama,” jelas Ismail mengenai rencana lokasinya.

Melalui pusat kegiatan di TBS tersebut, Ismael berencana menggelar program pelatihan dan bimbingan teknis secara berkala.

Program ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pembekalan serta mendorong agar generasi muda Kutai Barat kembali tertarik dan mau berpartisipasi aktif dalam melestarikan seni pembuatan Mandau,”pungkasnya. (daniel)

 

 

 

Kado Terindah di HPN CEO Chatour Terima Penghargaan

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos