SAMARINDA — IndonesiaPos
Masalah kesenjangan atau disparitas mutu pendidikan antar sekolah masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Timur. Luasnya geografis wilayah dan keterbatasan akses pendidikan tentunya menjadi realitas yang harus dihadapi.
Menanggapi hal tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur mendorong sebuah konsep kolaborasi bersama.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Timur, Jarwoko, dalam siaran bersama RRI pada Senin 16 Maret 2026.
Konsep ini menekankan bahwa sekolah tidak boleh lagi saling berkompetisi secara egois atau non-rivalry. Antar sekolah harus bisa saling mendukung untuk tumbuh bersama demi kualitas pendidikan yang merata.
“Kita harus membuat sebuah gotong-royong bersama bagaimana antar satuan pendidikan terutama untuk sekolah-sekolah negeri ini harus nonrivality. kita ingin membangun jangan ada kompetisi antar satuan pendidikan, tetapi kita juga harus berkolaborasi,” kata Jarwoko.
Dalam praktiknya, peran pengawas sekolah akan menjadi sangat penting dalam mengatur strategi redistribusi ini. Seorang pengawas yang membina 7 hingga 15 sekolah diharapkan dapat memetakan kelebihan dan kekurangan di setiap sekolah binaannya.
“Kami mencoba meng-create pengawas itu punya binaan sekolah ya antara 7 sampai 15 gitu. Idealnya sebenarnya ya 7 sampai 10, tapi kita juga masih mengalami seperti itu. Nah, antara sekolah binaan antara satu dengan yang lain itu juga kita temukan ada disparitas. Maka dengan gotongroyong nanti pengawas ini akan mengarensmen bagaimana kita bisa melakukan yang kita sebut dengan redistribusi,”katanya.
“Sekolah yang bagus membantu sekolah yang kurang bagus. Guru-guru yang bagus mungkin bisa menularkan kepada sekolah yang belum bagus. Bahkan termasuk kalau punya aset-aset di sekolah itu misalnya punya laboratorium bagus, komputer yang bagus itu bisa melakukan sharing,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran akan ekosistem sosial. Anak yang pintar tidak akan bisa tumbuh maksimal jika berada di lingkungan sosial yang kurang mendukung. Oleh karena itu, mencerdaskan seluruh anak dalam satu komunitas adalah cara terbaik untuk menjamin kedamaian dan kemajuan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. (Daniel)
Bupati Kubar Buka Acara Bakti Sosial Donor Darah Sekaligus Pendonor Pertama