JAKARTA — IndonesiaPos
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mulai menghitung dampak ekonomi kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terutama terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.
Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pemadaman api tetap menjadi prioritas untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat sekitar.
“Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya,” katanya.
Menurut Puan, kebakaran yang dilaporkan telah melanda sekitar 520 hektare kawasan dan berdampak pada penutupan aktivitas wisata merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan terkoordinasi.
Ia meminta pemerintah memastikan operasi pemadaman memiliki komando yang kuat serta didukung personel, peralatan, dan pemetaan pergerakan api yang memadai.
Selain pemadaman, Puan meminta kualitas udara dan potensi penyebaran asap ke permukiman terus dipantau untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Terkait penutupan kawasan wisata, ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk mendukung operasi pemadaman dan mencegah risiko terhadap wisatawan.
Namun, menurut Puan, pemerintah perlu mulai asesmen dampak ekonomi penutupan tersebut karena aktivitas pariwisata Bromo menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat sekitar.