<
Pendidikan Teknologi

Mahasiswa UTM Tawarkan Program Ekonomi Untuk Masyarakat Desa Beraji Sumenep

SUMENEP,IndonesiaPos

Mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ke 98 di Desa Beraji.

Sementara program yang dilaksanakan oleh para mahasiswa tersebut adalah sosialisasi pembuatan jamu, kompos, pestisida nabati, dan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam (pot).

“Sayangnya, sosialisasi ini berada distuasi penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), sehingga tidak dapat dilaksanakan secara langsung melainkan menggunakan media yang berupa poster dan video edukasi,”ujar Mutmaina.

Menurutnya, ada banyak tanaman yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, semisal Jahe, Kunyit, dan Sereh. Ini dapat meningkatkan imun dan menjaga kondisi tubuh tetap vit. Apalagi, saat ini berada disituasi pandemi Covid-19.

“Jika meelihat pesatnya penyebaran covid-19 saat ini, menjaga imunitas tubuh merupakan hal yang paling utama. Meminum jamu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh,”katanya.

Iklan-spot

Selain meningkatkan imunitas tubuh, jamu ini juga tidak memiliki efek samping yang buruk jika dikonsumsi secara rutin setiap hari. 

Sedangkan program yang lain, yaitu pembuatan kompos, menurut Khairatul Muhlisa, menggunakan bahan dasar kotoran sapi dan sampah organik. Selain dapat membantu perekonomian masyarakat juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

“Melihat semua harga barang naik dimasa pandemi terutama harga pupuk, menurut saya membuat kompos dengan memanfaatkan sampah organik disekitar kita dapat membantu perekonomian masyarakat,”tutur Khairatul Muhlisa.

Tak kalah penting lagi, kata Lisakotul Amaniyah, terkait pembuatan pestisida nabati dengan bahan dasar bawang putih.

“Penggunaan pestisida sintetik dapat dikurangi, mari kita beralih ke pestisida nabati, sehingga dapat menyelamatkan lingkungan kita,”katanya.

Loading...

Selain itu, program pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam (pot). “Pemanfaatan seperti botol bekas, dan kaleng bekas ini tidak harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),  karena sampah-sampah tersebut juga dapat bernilai ekonomis jika diolah kembali,”terang Rini Putri Kundira. (amin)

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos