<

Ratusan Warga Jebung Lor Gruduk Kantor Desa, Tuntut Sejumlah Perangkat Mundur

BONDOWOSO, IndonesiaPos

Ratusan warga desa Jebung Lor Kecamatan Tlogosari Bondowoso, berunjukrasa ke kantor Desa, masa menuntut perangkat desa yang tidak sejalan dengan Kades yang baru didesak mengundurkan diri. Senin, (27/12/2021) pagi.

Menurut mereka, pada saat pemilihan kepala desa pada bulan Nopember kemarin sejumlah perangkat desa tidak netral, karena hanya berafiliasi dengan salah satu calon.

Coordinator lapangan (Korlap) demo, Abdrrahman Wahid, dalam oransinya mendesak sejumlah perangkat desa segera angkat kaki dari kantor desa.

“Kami minta dengan para perangkat desa yang tidak netral kemarin segera meninggalkan kantor desa,”kata Abdurrahman yang akrab disapa Pak Cici ini.

Menurutnya, selama kepemimpinan Kades sebelumnya banyak persoalan yang belum diselesaikan. Sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat, semisal dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program Gapoktan yang hingga saat ini tidak jelas.

“Saya minta kepada pengurus BUMDes segera mempertanggungjawabkan aliran dananya, jika dalam waktu seminggu ini tidak dilaksanakan, jangan salahkan kami jika nanti berususan dengan Kepolisian,”tegasnya.

Selain itu, massa mempersoalkan program Gapoktan, yang juga tidak jelas keberadaanya. Karena program itu hanya dinikmati oleh perorangan bukan masyarakat petani. Padahal, program Gapoktan tersebut untuk masyarakat petani di Desa Jebung Lor.

“Faktanya program Gapoktan itu hanya dinikmati pengurusnya, sedangkan masyarakat petani di Desa Jebung Lor hanya gigit jari. Oleh karena itu, kami minta segera dilakukan perombakan pengurus,”tegasnya.

Massa juga mengancam, jika para perangkat itu tidak mundur, dan Pengurus BUMDes dan Gapoktan tidak segera mempertanggungjawabkan keuangannya, masyarakat akan mendatangkan massa yang lebih banyak, bahkan akan menduduki kantor desa.

Sementara itu, Kepala Desa Jebung Lor, Daniel Andre Tanoko mengaku kaget, jika kantornya didatangi ratusan massa. Sehingga dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saya kaget, tiba-tiba masyarakat berunjukrasa ke kantor desa,”kata kades Daniel.

Daniel menjelaskan, ada beberapa tuntutan dari warga, sehingga warga berunjukrasa. Namun, ia berjanji akan menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan pada forum rapat tingkat desa.

“Yang pasti, pada pemerintahan saya ini, saya tidak ingin terganggu dengan adanya unjukrasa, saya ingin bekerja dan melayani masyarakat dengan baik. Oleh karena itu tuntutan massa itu akan saya tamping untuk dibicarakan lebih lanjut,”tegasnya.

Usai berorasi, ratusan massa membubuhkan tandatangan diatas kain putih, sebagai tanda jika mereka menghendaki perubahan yang utuh di Pemerintahan Desa Jebung Lor yang sekarang.

Sementara itu para petugas keamanan dari TNI Polri mengawalnya jalannya unjukras tersebut, hingga kemudian warga membubarkan diri pulang kerumah masing-masing.

 

 

BERITA TERKINI