JAKARTA — IndonesiaPos
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sekitar hutan sebagai subjek penting dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan hutan.
Menurut Sonny, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk meraih manfaat ekonomi secara langsung dari kelestarian hutan jika dikelola dengan cara yang tepat.
Selain itu, Sonny menyoroti bahwa tujuan utama penyelenggaraan kehutanan adalah demi kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi “Penonton” di tengah kebijakan eksploitasi hutan, melainkan terlibat aktif sebagai pelaku ekonomi yang menjaga ekosistem.
“Saya kira kalau masyarakat di sekitar hutan ingin mendapatkan manfaat ekonomi, itu sebenarnya banyak sekali, nah ini yang akan kita dorong agar kawasan hutan itu bisa berdampak ekonomis bagi masyarakat, namun dengan pendekatan ekologis yang memungkinkan kawasan hutan tetap asri terjaga”, kata Sonny dalam keterangannya dikutip dari TV Parlemen Selasa 03/02/2026.
Politisi asal Banyuwangi ini pun mendorong adanya dukungan nyata dari pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat dalam memanfaatkan hutan secara berkelanjutan dengan cara mengedukasi masyarakat serta memberikan pemahaman dan pelatihan teknis tentang bagaimana mengelola hasil hutan tanpa merusak fungsi ekologisnya.
Sonny juga ingin memperkuat kerja sama antara masyarakat dengan pihak terkait, seperti Perhutani, untuk memastikan pengawasan dan pengelolaan berjalan beriringan, serta yang tak kalah penting adanya perumusan kembali sistem bagi hasil yang lebih adil bagi masyarakat lokal melalui regulasi yang jelas.
“Pemanfaatan hutan dan perlindungan alam harus selaras. Kita harus memastikan masyarakat sekitar mendapatkan edukasi yang baik agar mereka mampu mengelola potensi hutan secara mandiri namun tetap bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Sonny.
Sonny berharap dengan adanya langkah tersebut dapat meminimalisir dominasi korporasi besar dalam pengelolaan hutan produksi yang selama ini dinilai cenderung mengabaikan kesejahteraan warga lokal dan keseimbangan ekosistem.
Sonny juga meminta agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pemberian izin akses, tetapi berkelanjutan dalam melakukan pendampingan hingga masyarakat benar-benar mandiri.
“Hutan yang lestari adalah hutan yang mampu memberikan penghidupan bagi warga di sekitarnya. Jika masyarakat sejahtera karena hutan, maka dengan sendirinya mereka akan menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan tersebut dari kerusakan. Kita ingin mewujudkan ekonomi hijau yang inklusif, di mana rakyat kecil adalah pelakunya,” pungkasnya.
