JAKARTA — IndonesiaPos
Kementerian Luar Luar Negeri RI melaporkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hilang setelah kapal tunda (tugboat) Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) tenggelam di Selat Hormuz, Jumat (6/3).
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan pelayaran di jalur vital tersebut sejak pecahnya konflik AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan keterangan resmi Kemlu RI, kapal Musaffah 2 mengangkut tujuh awak kapal yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
Dari total awak tersebut, empat orang dinyatakan selamat, sementara tiga lainnya yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia masih dalam pencarian.
Laporan dari firma keamanan maritim Vanguard menyebutkan bahwa Musaffah 2 terkena hantaman dua rudal saat berupaya memberikan bantuan kepada kapal kontainer Safeen Prestige berbendera Malta, yang sebelumnya telah diserang pada Rabu (4/3). Ledakan tersebut memicu kebakaran hebat sebelum akhirnya kapal tenggelam.
“Satu korban selamat asal Indonesia saat ini tengah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di sebuah rumah sakit di kota Khasab, Oman. Sementara itu, otoritas setempat terus melakukan pencarian terhadap tiga WNI lainnya,” kata pernyataan Kemenlu RI.
Selain para korban di kapal tersebut, Kemenlu juga mengonfirmasi adanya satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian namun dalam kondisi aman di atas kapal yang berbeda.
Saat ini, investigasi oleh otoritas lokal masih terus berlangsung untuk memastikan detail serangan di tengah eskalasi militer di kawasan tersebut.
KM Kalibaba Tenggelam di Kepulauan Seribu, 55 Penumpang Selamat