<

Volume Sampah Pintu Air Manggarai Terus Meningkat

JAKARTA, IndonesiaPos

Selain petugas pintu air, yang juga harus bekerja ekstra saat curah hujan tinggi dan debit air di pintu air Manggarai meningkat, adalah para petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

“Karena bertambahnya debit air di Pintu Air Manggarai akibat curah hujan tinggi dan aliran air dari Katulampa Bogor, juga membawa sampah-sampah yang dapat menghabat aliran air. Oleh karena itu, UPK Badan Air inilah yang bertanggung jawab membersihkannya,” jelas Prasetyo yang yang sejak pagi menjadi penanggung jawab petugas pemantau UPK Badan Air di pintu air Manggarai, Rabu (01/01/2020).

Menurutnya, sampah-sampah yang diangkut dari pintu air Manggarai saat debit air naik, meningkat berkali kali lipat dibandingkan hari biasa.  

“Peningkatannya hingga 200 persen. Kalau dalam kondisi biasa, biasanya cuma satu atau dua truk sampah yang diangkut dari pintu Manggarai setiap harinya. Tapi sejak debit air meningkat semalam sampai sore ini, sudah 31 truk sampah dari hasil pembersihan di pintu air Manggarai,” jelas Prasetyo.

Menurut Prasetyo, sampah-sampah yang paling banyak dibawa aliran air di musim penghujan ini adalah batang-batang pohon atau bambu, atau sisa barang rumah tangga, seperti kasur, dan barang rumah tangga lainnya yang terbawa banjir. 

Sampah-sampah yang diangkut dari pintu air Manggarai ini dibawa ke tempat penampungan sementara, sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang.

Dua alat berat pencapit sampah yang dikerahkan untuk membersihkan pintu air Manggarai dari sampah yang terbawa arus air, sehingga air tetap bisa  mengalir dengan lancar dan mencegah air tidak meluap ke jalan dan ke permukiman warga.

BERITA TERKINI

IndonesiaPos