BLITAR — IndonesiaPos
Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan lonjakan harga saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasaran, sehingga menarik minat masyarakat untuk datang lebih awal demi menghindari kehabisan stok.
Sri Susanti (34), warga Sananwetan, mengaku terbantu dengan selisih harga yang cukup terasa. Sehingga membeli dua kemasan beras SPHP, telur, bawang putih, cabai rawit, tepung terigu, serta satu liter minyak goreng Minyakita.
“Selisihnya lumayan kalau dibanding beli di pasar. Walaupun ada pembatasan jumlah, tetap sangat membantu kebutuhan dapur,” ujarnya, Jumat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar menjelang Lebaran, bahkan dengan tambahan jenis komoditas yang lebih beragam sesuai kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa Pasar Murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ada 10 komoditas yang disediakan, di antaranya beras medium dan premium, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah besar, dan gula pasir,”katanya.
Sedangkan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah dari pasaran. Beras medium dijual Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga pasar berkisar Rp12.000 hingga Rp13.000.
“Telur dibanderol Rp24.000 per kemasan, lebih murah dibanding harga pasar Rp29.000–Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit dijual Rp5.000 per ons, sementara di pasaran masih mencapai Rp9.000–Rp10.000 per ons,”ungkapnya.
“Ini bukan bantuan gratis, melainkan intervensi harga agar masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok. Kami menyiapkan satu ton beras SPHP dan 240 liter Minyakita,” jelas dia.
Ia menambahkan, meski sejumlah komoditas mulai merangkak naik pada pekan kedua Ramadan, kenaikannya masih dalam kategori wajar.
“Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan harga guna menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat,”imbuhnya.