<

Warga Terdampak Banjir Dapat Bantuan dari Pemkab Sumenep

SUMENEP, IndonesiaPos – Pasca meluapnya Sungai Kampung Panileh, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura yang sempat merendam rumah warga kampung Panileh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama BAZNAS memberikan bantuan kepada korban banjir, Jum’at (11/02/2022).

Menurut data yang masuk ke Pemkab Sumenep korban banjir sebanyak 43 Kepala Keluarga (KK) di RT 01 dan RT 02 RW 007 mendapatkan sembako dan uang tunai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Ir Edy Rasyadi, M.Si menyampaikan keprihatinan kepada warga yang mengalami kebanjiran akibat meluapnya sungai kampung Panileh.

“Kami atas nama Pemkab Sumenep, sangat prihatin atas terjadinya bencana alam (Banjir) yang menimpa warga Dusun Panileh Desa Gapura Tengah,” kata Sekda Edy.

Edy mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan BAZNAS memberikan bantuan sembako dan uang tunai untuk meringankan beban ekonomi warga yang sedang terkena musibah.

“Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat yang terkena banjir,” ucapnya.

Edy menjelaskan bahwa, meluapnya sungai kampung Panileh dikarenakan saat terjadi hujan lebat berbarengan dengan naiknya air laut, sehingga air di sungai tertahan dan terjadi luapan.

“Ayo kita sama sama berdoa musibah ini tidak terjadi lagi,” ajak dia.

Sekda Edy menambahkan, apabila ada warga yang belum terdata dan belum mendapatkan bantuan agar Desa segera melaporkan ke Camat untuk dilakukan bantuan juga.

Peristiwa meluapnya sungai saat ini sedang di kaji oleh pihak PU Bina Marga. Saat ini tim dari Dinas Bina marga telah turun ke lapangan untuk survei lapangan.

“Tim telah turun lapangan untuk mengkaji penyebab terjadinya luapan sungai sehingga membanjiri kampung Panileh,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep, Ir Eri Susanto mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan untuk mengkaji apa penyebab terjadinya luapan sungai.

“Terjadinya luapan sungai di kampung Panileh disebabkan beberapa faktur yang salah satunya Adaya penyempitan sungai dikarenakan adanya tebing sungai yang ambles,” kata Eri.

Namun, semua itu akan di kaji kembali dari hasil survei tim yang turun kelapangan. “Nanti kami akan kaji kembali dan langkah selanjutnya akan segera melakukan pembenahan agar tidak terjadi luapan sungai yang mengakibatkan banjir,” terangnya.

Reporter ; id/hen

BERITA TERKINI