JAKARTA — IndonesiaPos
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Hakim Lubis, menyoroti kembali terjadinya banjir yang merendam ratusan RT di Jakarta akibat curah hujan tinggi.
Ia menilai, kondisi ini menunjukkan pola penanganan banjir Jakarta belum menyentuh akar persoalan.
“Kalau bicara jalan keluar tentu ada yang dapat dilakukan oleh Pemprov Jakarta, seperti merekayasa cuaca agar curah hujan bisa dikendalikan sehingga tidak menyebabkan banjir,” ujar Ali saat dihubungi, Selasa (5/5).
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan banjir di Jakarta tidak cukup dijawab dengan langkah sesaat.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur dasar seperti saluran air di permukiman dan pengerukan sungai yang dangkal justru menjadi pekerjaan mendesak yang harus dituntaskan.
“Memperbaiki saluran-saluran air di pemukiman, pengerukan sungai-sungai yang sudah dangkal, itu langkah konkret yang harus terus dikejar,” katanya.
Ali juga secara tegas menyoroti efektivitas anggaran penanganan banjir di Jakarta yang selama ini tergolong besar. Ia menilai, hasil di lapangan belum mencerminkan penggunaan anggaran yang optimal.
“Soal apakah sudah ada dampak nyata, tentu sudah ada. Namun belum maksimal. Sebab titik-titik lokasi banjir saat ini wilayahnya berbeda-beda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Menurut dia, bergesernya titik banjir di Jakarta menandakan bahwa persoalan tidak pernah benar-benar selesai, melainkan hanya berpindah lokasi. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Pemprov DKI untuk melakukan evaluasi total terhadap strategi yang selama ini dijalankan.
Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Tapanuli Selatan Sebanyak 82 Orang