Para ASN Jember
JEMBER — IndonesiaPos
Penerapan sangsi berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN dan pengurangan masa kerja bagi Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang tidak mengupload konten kegiatan Bupati baik di status WhatsApp maupun media sosial mulai diterapkan hari ini .
Sejumlah sumber media mengungkapkan, hari ini seluruh pegawai Pemkab Jember diminta membuat BAP oleh atasan langsung sekaligus menunjuk kan bukti upload konten pada sistem untuk menghindari sangsi disiplin pegawai.
“Bagi yang tidak mengupload ada ancaman sangsinya. Bagi karyawan paruh waktu dan P3K disangsi berupa pengurangan masa kerja. Sedangkan untuk ASN akan ada pemotongan TPP,”ungkap sumber.
Untuk Konten yang wajib diupload lanjut Sumber adalah konten yg dihasilkan PPID diskominfo. Selain itu disetiap WA gruk OPD ada “penekanan” dari atasan untuk selalu meng upload konten bupati.
“Dalam satu hari bisa 3-4 konten yang wajib di share,”jelas Sumber.
Kewajiban upload konten kegiatan bupati yang bersumber dari PPID Kominfo bagi ASN menambah panjang persoalan bagi pemkab Jember terkait publikasi.
Sebelumnya pihak Diskominfo telah menganggarkan biaya perekrutan Pramubakti/operator PPID sebesar Rp.3,5 milyar dengan menggandeng PT.ASH sebagai pihak ketiga dalam pelaksanaan mempublis kegiatan Bupati dengan melibatkan kurang lebih 87 orang yang ditempatkan di sejumlah OPD dikabupaten Jember. Hal ini bertolak belakang dengan azas efisiensi anggaran mengingat disetiap OPD sudah ada PPID.
Salah seorang Sumber media dikalangan ASN Jember lainnya juga sempat dibuat “resah” dengan kebijakan ini, pasalnya mulai hari ini bagi ASN maupun P3K yang belum menyetorkan hasil upload konten di data oleh masing-masing kepala OPD untuk selanjutnya didata.
“Besuk bagi kita yang belum menyetorkan data upload kegiatan bupati disuruh bawa laptop untuk disegera mengupload. Jika tidak, maka sangsi baik pengurangan jam kerja maupun pemotongan TPP bisa jadi akan segera dijatuhkan,”pungkasnya.
” Padahal tidak semua ASN yang tidak mengupload konten mangkir dari kewajibannya. Bisa jadi karena dirinya tidak ahli teknologi, atau karena sarana hp nya tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan upload konten. Kan banyak faktor,”tambah sumber. (kik)
Diduga Kurang Perawatan, Kondisi Videotron Di Alun-Alun Jember “Cacingan”

