JEMBER — IndonesiaPos
Proyek optimalisasi lahan (Oplah) pertanian 2026 di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember yang kini mulai dikebut pekerjaannya menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya hampir sebagian besar proyek yang bersumber dari APBN tersebut kondisinya separuh jalan.
Susanto, ketua LSM Berdikari Jember kepada media menjelaskan, ada asas manfaat yang tidak maksimal dengan program tersebut. “Saya sudah berkeliling di sejumlah titik lokasi pembangunan proyek Oplah, rata-rata banyak yang “terbengkalai” ,”tuturnya.
Ia mencontohkan paket pekerjaan irigasi Oplah di kecamatan Jenggawah, dari tinjauan dilapangan paket sebesar Rp.92 juta yang dilakukan secara swakelola untuk irigasi pengairan lahan pertanian hanya dikerjakan separuh. “Hanya sekitar 10 meter yang dikerjakan, sisanya dibiarkan “terbengkalai,”tuturnya.
Dalam papan namanya lanjut Susanto, tertulis kegiatan optimalisasi lahan pertanian kabupaten Jember 2026 yang bersumber dari APBN dengan pagu Rp.92 juta yang dikerjakan oleh kelompok tani MB kecamatan Jenggawah. “Namun sayangnya kualitas bangunan maupun speknya jauh. Dengan pagu Rp.92 juta seharusnya pekerjaannya baik. Apalagi persoalan oplah merupakan program ketahanan pangan berkelanjutan,”tegasnya.
“Jika hanya dibangun separuh apakah ada manfaatnya. Terlebih lagi pelaksananya kelompok tani.Saya mengindikasikan pelaksananya dilakukan pihak ketiga yang sudah disiapkan oleh oknum. Ini yang harus dijelaskan, siapa pemainnya dalam kegiatan oplah ini?,”Tanya Susanto.
Selain dikecamatan Jenggawah, beberapa proyek Oplah di sejumlah kecamatan juga terlihat tidak maksimal. “Apakah memang seperti itu dalam proses pelaksananya?” Tambahnya.
Untuk pagu anggaran yang dikucurkan tambah Susanto bervariasi, mulai dari Rp.92 juta hingga ratusan juta tergantung dari pengajuan poktannya.
Hingga berita ini diunggah belum ada pernyataan resmi dari pihak DTPHP pemkab Jember.media yang mengkonfirmasi ke pemangku kebijakan di DTPHP tidak ada klarifikasi. (kik)
DTPHP Jember Bungkam Soal Pelaksanaan Program OPLAH, Warga Banjarsari Minta Audensi Dengan DPRD