<

Jurfri Tersenyum Lega Dari Rumah Bocor Jadi Istana Kecil, Berkat TMMD ke-130 di Jarin

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Bertahun-tahun hidup di rumah yang bocor saat hujan dan panas menyengat saat kemarau, Jurfri kini akhirnya bisa bernapas lega. Rumahnya di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, mulai dibangun ulang menjadi hunian yang lebih layak, sehat, dan manusiawi.

Pembangunan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, yang dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026).

Desa Jarin menjadi salah satu lokasi prioritas TMMD ke-130 tahun ini. Selain pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi sasaran yang paling menyentuh langsung kehidupan warga. Rumah Jurfri dipilih karena kondisinya yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan untuk ditinggali bersama keluarga.

Dulu, rumah Jurfri berdinding kayu rapuh dan sebagian sudah lapuk dimakan usia. Atapnya bocor di beberapa titik, sehingga setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Lantai tanah yang lembab menambah ketidaknyamanan, terutama bagi anak-anak yang harus belajar dan beristirahat di rumah tersebut.


Kini, gambaran itu perlahan berubah. Di lokasi pembangunan, puluhan prajurit Satgas TMMD dan warga desa bahu-membahu sejak pagi hari. Mereka mengangkut material, mengaduk semen, memasang pondasi, hingga mendirikan dinding bata. Suara palu, sekop, dan mesin molen berpadu dengan canda tawa yang sesekali pecah di tengah pekerjaan.

Jurfri sendiri tidak hanya berdiam diri. Ia ikut membantu sebisanya, mengangkat bata, menyiapkan air, hingga melayani prajurit dan warga yang bekerja. Sesekali ia berhenti sejenak, menatap rumahnya yang mulai berbentuk, lalu tersenyum.

“Terima kasih kepada Dandim Pamekasan dan Kepala Desa Jarin. Rumah saya akhirnya dibangun. Saya tidak menyangka bisa punya rumah sebagus ini,” ucap Jurfri dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Jurfri, rumah baru ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah tempat bagi anak-anaknya untuk tumbuh dengan lebih baik. Tempat untuk belajar, beristirahat, dan berkumpul tanpa lagi khawatir kehujanan di malam hari. Sebuah harapan tentang kehidupan yang lebih bermartabat yang selama ini ia pendam.

Program Rutilahu dalam TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada hasil fisik. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Di Desa Jarin, batas antara seragam loreng dan pakaian warga seolah hilang. Semua menyatu dalam semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

Canda dan gelak tawa prajurit bersama warga menjadi pemandangan yang akrab selama pembangunan berlangsung. Ada yang saling menggoda, ada yang berbagi cerita sambil beristirahat sejenak menyeruput kopi. Keakraban itu membuktikan bahwa TMMD tidak hanya membangun jalan dan rumah, tetapi juga membangun kepercayaan dan persaudaraan.


Kepala Desa Jarin menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Satgas TMMD di desanya. Menurutnya, pembangunan Rutilahu untuk keluarga Jurfri akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan keluarga tersebut. Ia juga berharap semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD dapat terus terpelihara setelah program berakhir.

Hingga siang hari, progres pembangunan rumah Jurfri terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Fondasi sudah berdiri kokoh, dinding bata mulai meninggi, dan rangka atap sudah disiapkan untuk tahap selanjutnya. Jika tidak ada kendala cuaca dan material, rumah tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Satgas TMMD.

Keberadaan TMMD ke-130 di Pamekasan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang nyata dan langsung dirasakan oleh warga. Program ini tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan jejak kebersamaan yang akan dikenang oleh warga Desa Jarin.

Bagi Jurfri, hari itu adalah hari yang tidak akan pernah ia lupakan. Dari rumah bocor yang dulu ia tinggali, kini berdiri sebuah istana kecil yang dibangun dengan keringat, kebersamaan, dan doa. Sebuah rumah yang menjadi simbol bahwa harapan, jika diperjuangkan bersama, akan selalu menemukan jalan untuk terwujud. (Din)

TMMD ke-130 Pamekasan Kebut Pengaspalan 550 Meter di Morsoksok, Pulihkan Urat Nadi Ekonomi Warga

BERITA TERKINI

IndonesiaPos