<
10/08/2022
Beranda Advertorial Pemerintahan

Bupati Baddrut Tamam Buka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XVI

PAMEKASAN,IndonesiaPosBupati Pamekasan, Baddrut Tamam membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XVI. Bekerjasama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Propinsi Jatim di Hotel Cahaya Berlian pada Selasa (17/5/2022) pagi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pamekasan Saudi Rachman mengatakan, pelatihan ini tujuannya meningkatkan pengetahuan keahlian keterampilan dan sikap para Aparatus Sipil Negara (ASN) calon pemimpin agar dapat melaksanakan tugas jabatan secara professional dan berorientasi kepada pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.

“Sasaran pelatihan adalah terwujudnya peningkatan pengetahuan dan profesionalitas jabatan pengawas dan menghasilkan mutu kelulusan yang diharapkan oleh pemerintah dan organisasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,”kata Saudi sapaan akrabnya.

Pelatihan kepemimpinan ini diselenggarakan tiga tahap. Yang pertama tahap awal dilaksanakan di kampus. Artinya peserta di asramakan di Hotel Berlian selama 34 hari kerja efektif mulai dari tanggal 16 Mei sampai 25 juni 2022 kemudian di tahap kedua, kembali ke kantor tanggal 17 Juni – 22 Agustus 2022.

Dan Tahap ketiga, kembali ke hotel lagi pada tanggal  23 Agustus sampai 30 Agustus 2022.

“Peserta berjumlah 40 orang, atau 1 angkatan itu adalah pejabat struktural, pejabat fungsional tertentu dan pejabat fungsional hasil penyetaraan birokrasi yang ada pada Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Pamekasan,”jelasnya.

Sementara itu,  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam pengarahannya menegaskan, semangat digelarnya diklat tersebut adalah untuk menyiapkan sumber daya aparatur sipil yang bisa kolaboratif, inovatif, bekerja cepat dan orientasinya mengabdi kepada negara dengan mendorong percepatan yang lebih massif di semua level.

“Nah, harapan saya kolaborasi itu bisa ditingkatkan disini semangatnya apa? Indonesia kecil yang ada di Pamekasan ini bisa berkontribusi besar untuk Indonesia besar. Gitu kira kira,”ungkap Bupati muda yang akrap disapa Mas Tamam ini.

Kata Mas Tamam, Kolaborasi penting,  karena jika itu yang dilakukan maka ada ikatan, sudut pandang yang sama antara pejabat ASN. Dia berharap seluruh peserta diklat  berfikir kolaboratif, karena realitas hari ini memerlukan cara pandang yang seperti itu, cara kerja serta berfikir ekstra ordinary untuk menuju Indonesia maju.

“Kolaborasi itu bukan kertas, kolaborasi itu diskusi, bertemu, menyampaikan gagasan rencana baru kemudian rencana dan gagasan itu sesuai dengan regulasi dan administrasi. Kolaborasi itu diskusi bersama tentang visi, outcome yang perlu dijaga dan ditingkatkan,” katanya.

Dia juga meminta Kepala BKPSDM Saudi Rahman untuk benar benar menyeleksi siapa diantara peserta pelatihan itu yang benar-benar punya kapasitas baik.  Ini perlu dilakukan karena disaat ini penentuan pejabat tidak boleh disasarkan pada jual beli jabatan, karena kalau itu dilakukan maka tidak akan bekerja sungguh-sungguh.

“Jadi kalau ada pejabat cara berpikirnya masih cara lama, itu bukan yang kekinian, maka memungkinkan itu akan berubah menjadi bagian dari beban pemerintahan kita, bisa saja bukan maju tapi makin mundur lagi karena beberapa faktor dari kita yang tidak bisa menyelesaikan masalah internal,” ungkapnya

“ Memungkasi sambutan nya,  Bupati menambahkan, yang disebut bekerja kolaborasi terorganisasi, inilah yang akan jadi kebaikan dan darma bakti kepada negara. Jadi pejabat, tak bisa  gawat gawat lagi. Kalau dulu dilayani, kini harus melayani dengan memiliki kesadaran yang tinggi, kesabaran, sabar juga tanggungjawab,” pungkasnya. (hen)

iklan ucapan

BERITA POPULER

Kolom Komentar

IndonesiaPos
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com