<
02/12/2020
Beranda Pemerintahan Peristiwa Teknologi

Dalam Waktu Dekat, ADM Segera Dimiliki Dispendukcapil Pamekasan

Loading...

PAMEKASAN,IndonesiaPos

Pengadaan alat Anjungan Dukcapil Mandiri ( ADM ) oleh Kepala Dispendukcapil sudah tinggal dok palu, dalam waktu dekat akan secepatnya disahkan.

Karena menurutnya, dengan adanya alat tersebut pembuatan berkas seperti KK dan lain sebagainya akan lebih cepat diproses dengan waktu hanya 10 menit langsung jadi.

Dalam pengajuan ADM tersebut sudah dilakukan dari lembaga eksekutif ke lembaga legislatif. Dan pihaknya sudah sempat diundang untuk menanyakan perihal perkembangan usulan alat elektronik tadi.

“Karena layanan kami itu, dirasakan ada kecepatan dan ada perubahan,”cap Faisol. Selasa, (27/10/2020)

“Malah kami secara klakar ‘Gak ditambah pak?’ Karena kami akan menambah antara 2 sampai 3. Alat rekam, iris mata, kamera komputer, satu perangkat itu. Insyaallah saya sangat yakin betul ini disetujui tinggal ketok palu pengesahan BAK itu,”imbunya.

Dirinya juga bermimpi bahwa nanti kedepannya, bukan lagi orang yang jalan tapi komputer yang jalan. Namun alat tersebut, nanti akan diletakkan di mall pelayanan publik dan pihaknya sudah mempelajari bagaimana proses dan mekanismenya sesuai himbauan Bupati Pamekasan untuk mencari lokasi yang representatif.

“Jadi saya kepingin ada deretan operator yang sudah siap melayani minimal 5, semakin ini menambah kecepatan dalam pelayanan. Kalau saat ini dengan terpaksa kita tarik disini dulu dengan kondisi seperti sekarang ini.”terang dia.

Sulitnya prosedur, makanisme dan salah satunya adalah UPT membuat alat ADV ini sangat tidak mungkin diletakkan di daerah Pantura.

“Karena idealnya adalah UPT. UPT itu seperti Sumenep, seperti Sampang, Pamekasan itu tidak punya UPT. Dan ini mekanisme baru lagi. Dan perangkat-perangkatnya di kecamatan itu, harus ada petugas dari Dispendukcapil,”ujarnya.

Keinginan Bupati Pamekasan sama, kata dia, agar di wilayah Pantura di letakkan mesin ADV ini agar memudahkan masyarakat dan tentunya menghemat waktu karena masyarakat Pantura cukup jauh jika mengakses pada wilayah kota. Tapi menurutnya, kembali lagi pada sistem dan kondisi keuangan.

“Tetapi juga ada respon bagus dari legislatif, terutama komisi 1 ‘Ayok pak Faisol gapapa’. Cuma kami yang belum siap. Dalam artian belum siap, SO nya harus diperbaharui, harus ada UPT termasuk perangkat lainnya,” tegasnya. ( andi )

Loading...

Kolom Komentar