<

Jelang Lebaran Permintaan Manisan Banyuwangi Meningkat Puluhan Kali Lipat

BANYUWANGI — IndonesiaPos

Menjelang lebaran permintaan manisan buah asal Banyuwangi meningkat hampir 30 kali lipat. Penjualan berbagai jenis manisal yang kondisi normal hanya sekitar 1 kuintal per bulan, kini melonjak hampir 30 kali lipat mencapai 3 ton dalam dua bulan terakhir.

Lonjakan permintaan tersebut dirasakan Sumiyati, pedagang manisan buah asal Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro.

Ia mengaku pesanan mulai membludak sejak sebulan terakhir dan terus meningkat mendekati Lebaran.

“Biasanya sebulan paling banyak 1 kuintal, ini menjelang Lebaran sudah 3 ton yang saya jual. Permintaan sudah ramai sejak bulan lalu,” ujar Sumiyati, Senin (23/02/2026).

Menurutnya, permintaan datang dari pedagang eceran hingga pelanggan lama yang rutin mengambil stok untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.

Selain pasar lokal Banyuwangi, pengiriman juga dilakukan ke sejumlah daerah seperti Surabaya, Cirebon, Sidoarjo, dan Probolinggo.

Sumiyati menjelaskan, dirinya tidak memproduksi sendiri manisan tersebut, melainkan bermitra dengan puluhan perajin di desanya. Pola kemitraan ini turut menggerakkan ekonomi warga setempat saat permintaan meningkat tajam.

Terdapat 7 jenis manisan buah yang dijual, yakni pala, tomat, cermai, mangga, asem, pepaya, dan belimbing wuluh.

Harga manisan pala menjadi yang paling terjangkau Rp35 ribu per kilogram, sedangkan tomat menjadi yang tertinggi Rp50 ribu per kilogram. Sementara cermai, asem, mangga, dan belimbing wuluh masing-masing dibanderol Rp45 ribu per kilogram.

“Yang paling laris pala, asem, sama cermai,” ucap Sumiyati.

BERITA TERKINI

IndonesiaPos