<

Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

PAMEKASAN – IndonesiaPos

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika kelas llA Pamekasan Kanwil Dirjenpas Jawa Timur menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. di Masjid Baiturrahman, pada hari Rabu, 21/01/2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut oleh jajaran pegawai, peserta magang dan warga binaan sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pembinaan mental spiritual.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Al-banjari dan, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Pamekasan yakni Kusnan, serta tausiyah oleh penceramah yaitu KH. Istiqom Idris yang merupakan Pimpinan Majlis Ta’lim Al-Muhibbin (Sentol, Pademawu).

Kusnan menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan, khususnya dalam pelaksanaan ibadah salat.

“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan salat sebagai sarana memperbaiki diri, membangun kesadaran, serta menata kehidupan yang lebih baik ke depannya,”ujar Kalapas.

Kalapas juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di lapas.

“Pembinaan mental dan spiritual adalah fondasi penting agar warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Istiqom Idris, dalam tausiyahnya menjelaskan makna mendalam dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani yang mampu menenangkan hati dan membimbing perilaku.

“Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang membawa perintah salat lima waktu. Salat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT. Jika salat dijaga dengan baik, insyaallah perilaku dan akhlak kita juga akan terjaga,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri.

“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah niat untuk berubah dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Diharap melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman dapat semakin tertanam dan menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan ke depan. (Fex)

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos