JEMBER, IndonesiaPos – Tarif pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) kabupaten Jember sebesar kurang lebih Rp.3,7 milyar perbulan mendapat sorotan dari Thabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember.
Menurutnya perlu adanya telaah ulang dalam persoalan ini. “Harus ada komunikasi antara PLN dengan DPU Cipta Karya terkait persoalan ini, “ujarnya.
Apalagi setelah adanya pergantian lampu PJU dari yang jenis mercury ke LED yang seharusnya ada efisiensi tarif pembayaran PJU mengingat beban daya yang seharusnya turun tapi pembayarannya tetap.
“Ini siapa yang salah, apakah perencanaan penggunaan PJU berjenis LED yang tidak matang sehingga berdampak pada pembayaran tagihan PJU perbulannya ataukah PLN yang bermasalah dalam metode penghitungan biaya PJU nya,”sambung Thabroni.
BACA JUGA :
Jika ini tidak segera ada titik temunya lanjut Tabroni, maka masyarakat juga yang menjadi korban. Di satu sisi masyarakat sudah membayar PJU dalam tagihan rekening listriknya, di sisi lain masyarakat akan rugi jika ternyata ada pemadaman PJU di seluruh wilayah Jember.
Seperti pemberitaan sebelumnya, ada potensi pemadaman Lampu PJU untuk wilayah Kabupaten Jember karena DPU Cipta Karya dan Perumahan Rakyat (CK PR) untuk bulan Desember ini mengalami tunggakan pembayaran. Jika sampai Januari 2023 tidak terbayar termasuk beban pembayaran PJU pada Januari 2023 maka potensi pemadaman PJU semakin besar.
Saat Indonesia pos meminta konfirmasi terkait persoalan tersebut kepada Rahman Anda, Kepala Dinas DPU CK selaku dinas yang mengurusi persoalan pembayaran PJU pada Selasa (6/12/2022), dirinya membenarkan persoalan tersebut.
“Kita masih berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mencari solusi terkait beban PJU ini,”terangnya.
Rahman mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali mengirim surat kepada pihak PLN untuk mencari solusi hal ini, namun masih belum mendapatkan titik temu.
“Beberapa kali kita sudah kirim surat ke PLN dan minta untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut. Tinggal menunggu jawaban dari PLN,” tambahnya.
BACA JUGA :
Besaran tunggakan tersebut menurutnya hanya untuk beban 1 bulan saja, sebab biaya PJU yang harus dibayarkan kepada PLN setiap bulannya sekitar kurang lebih Rp.3,7 milyar, bahkan ada kenaikan beban PJU pada bulan Agustus hingga Rp.3,9 Milyar.
Angka tersebut tidak mengalami perubahan meski ribuan lampu PJU yang awalnya menggunakan bola lampu jenis mercury dengan besaran daya hingga ribuan watt telah diganti dengan PJU berjenis LED yang dayanya lebih kecil .(kik)