SITUBONDO — IndonesiaPos
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, tengah mempersiapkan langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Ulfiyah di Situbondo, Senin, mengatakan beberapa waktu lalu telah mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak bencana hidrometeorologi dan potensi kemarau panjang tahun 2026 di Provinsi Jawa Timur.
“Tentunya dalam antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini perlu kolaborasi, mulai dari pemerintahan desa, kecamatan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, utamanya di wilayah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurut Ulfiyah, pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam upaya antisipasi dampak musim kemarau potensi kebakaran.
“Ke BPBD Jatim juga menyampaikan kondisi titik-titik wilayah yang selama ini tiap tahun mengalami kekurangan air bersih, tapi di beberapa titik juga sudah dibangun sumur bor,” kata Wabup Ulfiyah.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto menyampaikan ada sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.
“Untuk titik-titik potensi dampak kemarau panjang seperti kekeringan dan kekurangan air bersih di Situbondo, kami masih mengacu data tahun lalu dan kami akan terus antisipasi,” katanya.
Data BPBD Situbondo menyebutkan ada delapan titik rawan kekeringan dan kekurangan air bersih tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Suboh, Arjasa, Banyuputih dan Jatibanteng.
Rinciannya tiga titik di Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), satu titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng), dua titik di Dusun Leduk dan Dusun Bendera, di Desa Sumberejo (Kecamatan Banyuputih), dan dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa).
Untuk jumlah penduduk yang mengalami kekurangan air bersih di delapan titik tersebar di empat kecamatan itu mencapai 6.824 jiwa.
Warga Botolinggo Mengaku Senang Dapat Bantuan Air Bersih Dari BPBD Bondowoso