JAKARTA — IndonesiaPos
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk periode 1 hingga 4 Maret 2026.
Gelombang diperkirakan berpotensi mencapai ketinggian hingga empat meter di beberapa wilayah perairan Indonesia.
BMKG menjelaskan, pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur Laut. Kecepatan angin bervariasi di wilayah tersebut, berkisar antara 6 hingga 20 knot berdasarkan hasil analisis BMKG.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan umumnya dipengaruhi pola angin yang bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut.
Kecepatan angin di selatan Indonesia diperkirakan berkisar antara 8 hingga 30 knot selama periode peringatan dini.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Jawa bagian barat serta tengah.
Kondisi tersebut turut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan sepanjang minggu ini.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi di Samudra Hindia barat Aceh dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.
Gelombang serupa juga dapat terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Selain itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprediksi berpeluang terjadi di selatan Jawa Barat dan selatan DI Yogyakarta.
Wilayah lainnya dengan potensi gelombang tinggi meliputi selatan Banten, Jawa Tengah, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.
BMKG mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan di perairan terdampak.
Risiko meningkat khususnya bagi kapal kecil yang beroperasi di wilayah perairan terbuka selama periode peringatan.
Perahu nelayan berisiko melaut apabila angin melebihi 15 knot dan gelombang lebih tinggi dari 1,25 meter.
Sementara kapal ferry berada dalam risiko apabila angin mencapai lebih dari 21 knot dan gelombang melebihi 2,5 meter.
Kapal kargo dan kapal pesiar juga perlu meningkatkan kewaspadaan saat angin melampaui 27 knot di beberapa perairan luas.
Gelombang yang melebihi empat meter berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran kapal besar di perairan terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi selama periode peringatan dini ini.
Informasi terkini dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG di media sosial, situs web, maupun aplikasi mobile.
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Paseban Jember, Satu Orang Tewas