<

Kadis Dikbud Pamekasan Perbolehkan Kopsis Jual Seragam Sekolah

Oplus_16908288

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Menanggapi berita IndonesiaPos bahwa di kabupaten Pamekasan utamanya di dalam kota ada SMP negeri yang menggratiskan seragam bagi siswa barunya namun juga ada yg melayani pembelian seragam di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kabupaten Pamekasan Basri memberikan tanggapan bahwa dirinya sudah mengklarifikasi kepada beberapa SMP Negeri di dalam kota Pamekasan terkait adanya pemberitaan IndonesiaPos soal seragam tersebut

“Saya sudah mengklarifikasi ke sekolah SMP dan bisa saya sampaikan bahwa ada penjualan seragam di sekolah tapi melalui OSIS,”ungkap Basri saat ditemui IndonesaPos.

Basri pun mengatakan, bahwa  penjualan seragam di sekolah sah-sah saja dengan catatan tidak boleh mewajibkan Kopsis.

“Meskipun memang profit oriented jadi gak masalah kalo melakukan itu,”ujarnya.

Menurut Basri untuk tahun pelajaran baru 2026/2027 mendatang akan menegaskan kepada sekolah agar memperhatikan aturan yang ada dan jangan sampai melakukan kelalian utamanya terkait dengan seragam sekolah.

“Saya akan panggil dan tegaskan kepada pihak sekolah utamanya SMP negeri bahwa wajib mentaati peraturan yg berlalu dan tidak boleh melanggarnya termasuk terkait jual beli seragam di sekolah,”tegasnya.

Terkait adanya sekolah yang menggratiskan seragam, Basri menilai itu bagus. “Hanya saja hal itu tidak boleh dilakukan oleh perorangan,”tambahnya

Sementara itu Hodari bagian kesiswaan SMP negeri 2 Pamekasan membantah, jika sekolahnya melakukan penjualan seragam.

Kepada IndonesiaPos Hodari menyatakan bahwa di sekolahnya waktu penerimaan siswa baru tahun 2025 lalu tidak melayani penjualan seragam

“Saya bisa pastikan tidak ada penjualan  seragam di sekolah SMP negeri 2 Pamekasan yang ada hanya penjualan atribut saja,”tegasnya.

Berdasarkan data yang di kumpulkan IndonesiaPos pada tahun 2025 lalu di SMP Negeri 2 Pamekasan melayani penjualan seragam sekolah hanya berupa seragam batik saja.

Hodari mengaku itu dilakukan karena seragam batik itu motif dan warnanya sama.

“Memang ada penjualan batik karna kan biar seragam,”ujar Hodari.

Selanjutnya, IndonesiaPos mendapat  informasi ada beberapa SMP negeri dalam kota Pamekasan yang melayani penjualan seragam di sekolah untuk siswa baru. Padahal, peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomer 50 tahun 2022 sudah di tegaskan bahwa sekolah tidak boleh melakukan penjualan seragam. (Pex)

 

Awal Tahun Ajaran Baru Wali Murid Pamekasan Banyak Yang Resah Terkait Pembelian Seragam

BERITA TERKINI

IndonesiaPos