<

Mengungkap Dugaan Permainan Proyek Di Lingkaran Kekuasaan, Timses Mengatur Anggaran Dan Rekanan Pelaksana

JEMBER — IndonesiaPos

Untuk mendapatkan keuntungan bagi orang-orang dekat kekuasaan, para aktor intelektual di level pengambil kebijakan berpotensi melakukan modus operandi dengan jalan memasukkan anggaran ke masing-masing OPD dimana perencanaan serta proses penunjukan rekanan pelaksana kegiatan sudah diatur mulai awal.

OPD dalam hal ini hanya sebagai eksekutor pelaksana kegiatan dilapangan. Tentunya besaran anggaran yang disematkan dalam anggaran kegiatan OPD tersebut sudah diatur termasuk siapa saja rekanan yang diploting untuk melaksanakan kegiatan.

Berikut diantaranya nama-nama koordinator pelaksana yang diduga mengkoordinir sejumlah kegiatan selain dua nama, AW dan D seperti pemberitaan sebelumnya.

Ynd, salah satu koordinator pelaksana yang terindikasi melakukan kegiatan di sejumlah paket pekerjaan terutama di bidang penyelenggara acara/ EO. Kiprahnya dari informasi yang berkembang dimasyarakat dimulai pada tahun 2025 dengan mengerjakan sejumlah kegiatan dibeberapa OPD.

Dan hingga kini diduga masih menjalankan posisinya sebagai koordinator dibelakang layar dengan menggandeng sejumlah nama diantaranya Dn, Fe dan DNA yang fokus pada pekerjaan penyelenggara acara, pengadaan Mamin serta pengadaan souvenir kegiatan.

Ynd dari informasi sementara yang berhasil dihimpun media berkoordinasi dengan sejumlah nama seperti KK yang dikenal tangan kanan Ynd serta ASR yang nota bene putra dari salah seorang tim bentukan bupati.

Untuk publikasi, videotron, influenser serta pengguna medsos diduga dikoordinir oleh R dengan menggandeng sejumlah OPD. R sendiri merupakan orang yang berkompeten dibidang tersebut. Dalam pemilihan pihak-pihak yang terkait dalam bidang yang ia dikoordinir, R disinyalir juga berkordinasi dengan orang-orang disekitar Ynd.

Nama – nama tersebut diatas merupakan sebagian dari nama yang perannya sangat besar, bahkan menjadi pembicaraan sejumlah pihak. Meski demikian, belum ada kepastian apakah bupati tahu tentang persoalan ini atau tidak mengiat dari pantauan media terlihat, sejumlah nama yang dianggap bermain dan berpotensi melanggar aturan telah diingatkan oleh bupati.

Namun yang jelas dari perencanaan yang ada sekarang, prosesnya lebih diutamakan pengadaan barang dan jasa non fisik dengan menggeser anggaran pengadaan barang dan jasa fisik dan melibatkan orang-orang tertentu. (kik)
(Bagian 2)

 

Mengupas Tuntas Modus Operandi Dugaan Pengkondisian Paket Pekerjaan Di Lingkaran Penguasa Jember

 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos