<

Bagaimana Status Personal Tim TP3D Pasca Pengurus Intinya Dilantik Jadi Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan?

JEMBER — IndonesiaPos

Keberadaan Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) kini menjadi pembicaraan masyarakat. Tim yang dibentuk bupati dalam tugasnya membantu percepatan pembangunan daerah dengan melibatkan sejumlah besar orang-orang timses bupati.

Kini dipertanyakan bagaimana kiprahnya sekarang pasca “hengkangnya” sejumlah pengurusnya yang masuk jajaran direksi Perumda perkebunan Kahyangan.Mereka adalah Gogot Cahyo Baskoro, Dimah Ahyar serta Nyoman Aribowo.

Ternyata selain menjabat sebagai direksi di Perumda perkebunan Kahyangan, mereka disinyalir masih aktif berperan dalam Tim TP3D.

Salah satunya Dima Ahyar yang kini menduduki posisi sebagai direktur keuangan di Perumda perkebunan Kahyangan. Bukannya “fokus” dalam posisinya sebagai direktur keuangan, Dima juga masih sering terlihat aktif mengurusi aktifitasnya di TP3D.

 

Sebut saja saat dirinya mendampingi Kabag Perekonomian yang menurut informasi sumber pergi ke Jakarta dalam hal pengurusan SK pengangkatan Direktur umum Perumdam Tirta Pandalungan.

Sedangkan aktifitasnya mendampingi bupati saat bertemu dengan anak muda Jember yang berada di Yogyakarta. Pertanyaan besarnya yang ada dibenak masyarakat, selaku apa dirinya menjalankan aktifitas tersebut, toh pekerjaan selaku direktur keuangan sudah menanti di Perumda Perkebunan Kahyangan.

Sejak awal, perekrutan direksi Perumda Perkebunan Kahyangan yang melibatkan orang dekat kekuasaan menjadi perdebatan pro kontra dimasyarakat.

Sebagian besar masyarakat merasa ada ketidak profesionalan dalam hal ini. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang memahami bahwa bupati memerlukan orang-orang dekatnya untuk menduduki posisi strategis agar bisa bersinergi dengan kebijakannya.

Yang jelas, apapun perdebatan di masyarakat terkait posisi mereka selama itu profesional dan menjalankan tupoksinya demi kemajuan Jember dianggap sah-sah saja.

Tapi kini dengan posisi status “ganda” yang dalam penilaian masyarakat dianggap “serakah” menjadi sebuah pilihan sulit bagi mereka.

Apakah tetap ada aktif di tim TP3D atau menjankan tugasnya secara profesional di lembaga baru mereka di Perumda perkebunan Kahyangan. Semua harus jelas agar tidak menjadi penilaian negatif atas apa yang mereka lakukan (kik)

 

Tidak Upload Konten Kegiatan Bupati, ASN  Dan P3K Di Jember Terancam Sangsi

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos