KUTAI BARAT — IndonesiaPos
Ketua yayasan Pendidikan Tranformasi Blempung Widodo Rahayu mengadakan kegiatan Penamatan anak didiknya pada Tingkat Dasar yaitu Tingkat Paud Taman Kanak-kanak (TK).
Suasana haru dan penuh sukacita mewarnai acara perpisahan dan penamatan anak didiknya, betapa tidak sejumlah 25 Siswa-siswi yang dinyatakan Lulus dan di Wisuda pada hari ini, bertempat di Aula Gedung BKAD Pemkab Kutai Barat, Sabtu (13/6/2026).
Acara tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kutai Barat, pengurus IGTKI, Ketua Yayasan Transformasi, Ketua Komite Sekolah, para guru, orang tua murid, serta tamu undangan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan anak-anak yang menunjukkan hasil pembelajaran selama satu tahun terakhir.
Kepala TK Transformasi, Bitalina menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada TK Transformasi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendampingan dan pembelajaran masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya kepada kami. Selama satu tahun bersama, tentu banyak pengalaman dan kenangan yang tercipta. Jika dalam proses mendampingi anak-anak terdapat kekurangan, kami memohon maaf dan akan terus berupaya memperbaiki pelayanan pendidikan kami,”ujarnya.
Bitalina berpesan kepada para peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar agar tetap semangat belajar dan menjaga karakter yang telah dibangun selama berada di TK Transformasi.
“Sebentar lagi kalian akan memasuki jenjang pendidikan yang baru. Di SD, pola belajar akan berbeda. Waktu bermain akan lebih sedikit dibandingkan saat di TK. Namun kami berharap anak-anak tetap menjadi pribadi yang baik, selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah dan terus belajar dengan penuh semangat,”pesannya.
Sementara itu, perwakilan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kutai Barat, Yotam, mengapresiasi atas konsistensi TK Transformasi dalam mendukung dunia pendidikan anak usia dini selama 17 tahun terakhir.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak. Harta dan kekayaan dapat habis, tetapi pendidikan yang diberikan kepada generasi muda akan menjadi bekal sepanjang hidup mereka.
“Pendidikan adalah investasi yang tidak akan pernah habis. Ketika anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik dan layak, maka mereka memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh anak-anak yang hari ini dinyatakan tamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras guru dan dukungan luar biasa dari para orang tua,” katanya.
Ia juga mengapresiasi komitmen TK Transformasi yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembangunan karakter Kristiani yang terus ditanamkan kepada peserta didik sejak usia dini,
“Karakter yang telah dibangun di TK Transformasi harus terus dipertahankan. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang berintegritas dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik,” tambahnya.
Ketua Komite Sekolah, Nelson Nemo, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh orang tua untuk terus berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi anak-anak, orang tua, dan lembaga pendidikan. Anak adalah anugerah yang sangat berharga. Karena itu, perhatian dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan mereka,” ujarnya.
Nelson juga mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin baik antara pihak sekolah dan orang tua murid. Menurutnya, hubungan yang harmonis tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pendidikan di TK Transformasi.
“Komunikasi antara sekolah dan orang tua selama ini berjalan sangat baik. Hal ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan karena pendidikan anak akan berhasil jika ada sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Transformasi, Widodo Rahayu, menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 25 anak dari total 39 peserta didik mengikuti wisuda dan penamatan.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena TK Transformasi mampu bertahan dan berkembang hingga memasuki usia ke-17 tahun.
“Ini merupakan anugerah yang luar biasa. Selama 17 tahun perjalanan Transformasi, banyak tantangan yang dihadapi. Namun karena kasih karunia Tuhan dan dukungan semua pihak, sekolah ini terus bertumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Widodo menjelaskan bahwa Transformasi terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru. Bahkan beberapa guru telah mengikuti program magang dan pelatihan di Semarang guna meningkatkan kapasitas dan kualitas pembelajaran.
“Kami ingin anak-anak Kutai Barat menjadi generasi yang unggul, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, kami terus mengembangkan kualitas guru dan sistem pembelajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan TK Transformasi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter anak. Menurutnya, pelayanan dengan kerendahan hati, doa, serta dedikasi yang tulus menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan di sekolah tersebut.
“Yang pertama kami lakukan adalah melayani anak-anak dengan kerendahan hati. Guru-guru kami selalu berdoa dan bekerja dengan tulus. Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi tentang melayani generasi penerus dengan sepenuh hati,” katanya.
Dalam pemaparannya, Widodo juga memperkenalkan sejumlah rencana pengembangan Sekolah Transformasi hingga tahun 2030. Salah satunya adalah pembangunan ruang kelas baru, kantor sekolah, pagar, serta aula yang akan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kabar menggembirakan juga disampaikan terkait dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan yang akan membangun dua ruang kelas baru untuk TK Transformasi, satu kantor SD Transformasi, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kutai Barat, Benediktus, memberikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Transformasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Selamat kepada Yayasan Transformasi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun pendidikan. Prestasi yang telah diraih menunjukkan bahwa sekolah ini memiliki manajemen yang baik dan didukung oleh guru-guru yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung sekolah-sekolah swasta yang turut berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Kutai Barat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan kompetensi guru.
“Pendidikan yang berkualitas membutuhkan keseimbangan antara sarana prasarana dan kualitas guru. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan,” jelasnya.
Benediktus juga berharap Transformasi terus berinovasi sesuai dengan namanya yang berarti perubahan. Menurutnya, sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk dalam penerapan pembelajaran berbasis digital dan penguatan karakter peserta didik.
“Transformasi harus terus bergerak maju, melakukan perubahan yang positif dan menjadi bagian penting dalam mencerdaskan generasi Kutai Barat. Pemerintah akan terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan sekolah demi meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Acara penamatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada peserta didik, penampilan seni dan kreativitas anak-anak, serta sesi foto bersama, kelukusan dari TK Transformasi bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan belajar di taman kanak-kanak, tetapi juga awal langkah baru bagi anak-anak untuk menggapai cita-cita di masa depan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu membawa perubahan positif bagi Kutai Barat maupun Indonesia,’pungkasnya. (daniel)
Madrasah Miftahul Ulum Nurul Wujud , Cahaya Pendidikan di Desa Terpencil
