JEMBER — IndonesiaPos
Hampir 2 bulan proyek pembangunan gedung layanan akademik terpadu fakultas ilmu sosial dan politik universitas Jember belum “tersentuh” . Proyek yang menelan anggaran Rp.14,5 milyar tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan gedung lantai lima.
Dalam kontrak pengerjaannya disebutkan, proyek yang bersumber dari APBN tersebut harus diselesaikan dalam 162 kalender oleh PT. CAG selaku pemenang lelang. Namun sayangnya meski sudah dimulai sejak 14 juli 2026 lalu hingga kini masih belum terproges sesuai prosentase pada umumnya.
Pantauan media dilapangan terlihat pembangunan gedung lantai 5 tersebut masih dalam tahap pengerukan tanah yang rencananya akan digunakan sebagai dasar pondasi. Padahal waktunya telah berjalan mendekati 2 bulan lebih. Selain itu informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, ada indikasi pelaksana pembangunan proyek tersebut tidak bonafit.
M, salah seorang rekanan menyebutkan, ada upaya pihak pelaksana pengerjaan proyek tersebut mencari founding untuk membantu menyelesaikan proyek pembangunan gedung lantai 5 itu. ” Saya dengar proyek pembangunan itu ditawar-tawarkan ke sejumlah pihak,”ungkapnya.
Yang menjadi pertanyaannya, apakah pihak PPK unej tidak melakukan survey terhadap perusahaan tersebut. ” Kalau dulu pihak unej melakukan asas nyata dulu bagi perusahaan yang mengerjalan proyek di Unej agar tahu track recordnya,” tambah sumber.
An, PPK unej sendiri saat dikonfirmasi terkait kondisi proyek pembangunan di fakultas fisip yang “jalan ditempat” hingga berita ini diunggah belum memberikan statment resmi soal tindakan apa yang telah dilakukan atas “terlambatnya” proyek tersebut (kik)
