PAMEKASAN — IndonesiaPos
Selama 24 tahun berjuang melawan stroke. Tinggal di rusun sewa dengan penghasilan tak menentu. Hingga kini belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.
Melihat kondisi itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah Pamekasan hadir. Organisasi profesi jurnalis tersebut menyalurkan bantuan sosial kepada *Bapak Sudarsono (72) di Rumah Susun Tambak Wedi, Kecamatan Kejayan, *Kamis (20/8/2026).
24 Tahun Hidup Dengan Keterbatasan, Sudarsono mengalami stroke sejak tahun 2002. Saat ini beliau tinggal bersama istri, Ibu Teti, di salah satu unit rusun Jalan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran Surabaya..
Setiap bulan keluarga tersebut harus menanggung biaya sewa Rp148.000, listrik Rp300.000, dan air Rp35.000. Total Rp483.000. Angka yang berat bagi keluarga tanpa penghasilan tetap.
“Dari dulu kami tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Padahal kami sangat membutuhkan,” ucap Ibu Teti lirih.
Rombongan IWO Pamekasan yang dipimpin Ketua IWO Pamekasan Dyah Heny Andrianty, bersama Divisi Kesra Fidia dan Alumni SMPN 5 Pamekasan datang membawa paket sembako.
Namun lebih dari itu, kedatangan mereka membawa semangat dan kepedulian.
Tangis haru pecah saat bantuan diserahkan. Ibu Teti tak kuasa menahan syukur atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan serta bantuan dari Ibu Heny dan teman-teman IWO. Semoga menjadi berkah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ketua IWO Pamekasan, Dyah Heny Andrianty, menegaskan aksi sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian insan pers kepada masyarakat.
“Kami ingin hadir dan meringankan sedikit beban beliau. Semoga bantuan kecil ini bermanfaat dan bisa menguatkan semangat Pak Sudarsono untuk sembuh,” ungkap Heny.
Ia berharap aksi ini dapat menginspirasi pihak lain untuk ikut peduli.
“Menjadi wartawan bukan hanya menulis berita, tapi juga menjadi solusi bagi sesama,” pungkasnya.
IWO Pamekasan berkomitmen untuk terus menyalurkan kepedulian kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan di wilayah Kabupaten Pamekasan.(Roy)