PAMEKASAN — IndonesiaPos
Sebuah bengkel di Pamekasan menjadi saksi bisu rusaknya sebuah sepeda motor, Rabu (4/11/2026) pagi. Motor milik warga berinisial R itu datang dalam kondisi mogok, setelah sebelumnya baru saja dilakukan penggantian oli.
Padahal, sebelum diganti, motor tersebut tidak menunjukkan gejala kerusakan apa pun. Masih bisa dikendarai, masih bisa distarter, dan masih normal untuk aktivitas harian.
Kecurigaan mulai muncul dari cairan yang dikeluarkan dari dalam mesin. Cairan yang seharusnya berfungsi sebagai pelumas itu justru terlihat aneh. Tidak kental, tidak licin, dan warnanya pun tidak seperti oli baru.
Mekanik yang menangani langsung menyampaikan temuan yang membuat R terkejut. Oli tersebut sudah naik ke bagian atas mesin dan tidak lagi mampu bekerja melindungi komponen di dalamnya.
“Begitu diservis, olinya naik ke atas, dan tidak bisa digunakan olinya. Ini terkait oli yang dicampur dengan air,” ungkap R, mengulang penjelasan sang mekanik.
Penjelasan itu mengarah pada satu dugaan kuat: oli yang baru dibeli R telah tercampur air sebelum dijual ke konsumen.
R sendiri membeli oli tersebut di sebuah toko di kawasan depan Rumah Sakit Smart, sisi selatan jalan, Pamekasan. Kawasan itu dikenal ramai dan sering dilalui pengendara, sehingga ia sama sekali tidak menaruh curiga saat membeli.
Ia hanya ingin melakukan perawatan rutin. Jadwal ganti oli motornya memang sudah tiba, dan ia tidak ingin menunda karena sadar risiko telat ganti oli bisa membuat mesin cepat panas hingga rusak.
“Saya barusan tap oli pagi karena sepeda saya sudah waktunya tap oli. Setelah beli di depan Rumah Sakit Smart selatan jalan, sepeda saya mau distarter nggak bisa,” tutur R.
Setelah oli baru dimasukkan, motornya justru tidak bisa dihidupkan. Starter sudah ditekan berkali-kali, namun mesin tetap tidak memberikan respons.
Karena takut kerusakan semakin parah, R memilih tidak memaksakan motornya. Ia langsung membawanya ke bengkel untuk diperiksa lebih jauh.
Bukti visual yang dikantongi R semakin memperkuat dugaan adanya oli oplosan. Dalam foto yang diterima redaksi, cairan itu tampak sangat encer, berwarna hijau kehitaman, dan permukaannya mengkilap seperti bercampur air.
Saat disentuh, cairan itu tidak menempel sempurna di jari dan langsung menetes. Berbeda jauh dengan karakter oli normal yang seharusnya terasa kental, licin, dan mampu melapisi permukaan.
Temuan ini menjadi alarm bagi pengendara lain di Pamekasan. Oli yang terlihat murah dan mudah didapat belum tentu aman. Jika salah memilih, bukan hanya mesin yang jadi korban, tetapi keselamatan pengendara juga ikut terancam.
Bayangkan jika motor mati mendadak saat melintas di jalan raya yang ramai. Risikonya bukan sekadar mogok, melainkan kecelakaan yang bisa membahayakan nyawa.
Hingga berita ini ditulis, pihak toko tempat R membeli oli belum memberikan penjelasan. Redaksi masih melakukan upaya konfirmasi dan menelusuri apakah ada konsumen lain yang mengalami kejadian serupa. (Din/Roy)
Diduga Kesulitan Suku Cadang, Sejumlah Aset Motor Listrik Dipemkab Mangkrak