<

Tinggal Serumah dengan Prajurit TMMD, Warga Jarin Merasa Kehilangan Keluarga Baru

PAMEKASAN β€” IndonesiaPos

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan tidak hanya meninggalkan bangunan fisik di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu. Bagi Dahlawi, program ini meninggalkan ikatan emosional yang mendalam.

Selama hampir satu bulan, kediaman Dahlawi menjadi tempat tinggal sementara bagi personel Satgas TMMD. Salah satunya Prada Muh. Aril, prajurit Yon TP 539/Ronggosukowati yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah.

Kehadiran prajurit di rumahnya awalnya membuat Dahlawi terkejut. Namun seiring berjalannya waktu, rasa canggung itu berubah menjadi kedekatan layaknya keluarga sendiri.

“Sudah seperti anak sendiri. Awalnya kaget rumah didatangi tentara, lama-lama justru merasa kehilangan kalau mereka tidak ada,” ungkap Dahlawi, Selasa (3/11/2026).

Setiap hari, rutinitas di rumah Dahlawi berlangsung sederhana. Pagi hari, para prajurit berangkat ke lokasi sasaran fisik untuk mengerjakan fondasi rumah. Siang mereka beristirahat, dan malam hari kembali berkumpul di rumah tersebut.

Menurut Dahlawi, suasana kampung menjadi lebih damai sejak kehadiran Satgas. Para prajurit dikenal sopan, tidak gaduh saat beristirahat, dan gemar berdiskusi.

“Mereka sering mengajak saya berbincang. Saya mengajari mereka bahasa Madura, mereka mengajari saya bahasa Indonesia. Suasananya sangat akrab,” tuturnya.

Kesan yang paling membekas bagi Dahlawi adalah sikap pantang mengeluh yang ditunjukkan para prajurit meski bekerja di bawah terik matahari.

Ketika ditanya soal lelah, Prada Aril selalu menjawab dengan santai bahwa bekerja harus dijalani dengan ikhlas agar badan tetap sehat. Kebiasaan disiplin itu juga terlihat dari rutinitas mereka yang rajin mengonsumsi vitamin.

Kedekatan tersebut berbalas dengan kepedulian warga. Keluarga Dahlawi hampir setiap hari mengantarkan makanan ke lokasi TMMD. Nasi jagung dengan ikan kuah kuning menjadi hidangan yang paling disukai.

“Aril bilang makanan di sini enak dan cocok di lidahnya. Bahkan saat menelepon keluarganya di Palu, dia bercerita bahwa warga Jarin sangat baik. Saya sampai terharu mendengarnya,” kata Dahlawi.

Kini, fondasi rumah Dahlawi sudah berdiri kokoh dan dinding mulai dibangun. Di balik rasa bahagia melihat rumahnya perlahan terwujud, ada rasa sedih karena TMMD akan segera berakhir.

Baik Dahlawi maupun Prada Aril sama-sama berharap durasi pengabdian seperti ini bisa lebih lama dari 21 hari.

“Kalau bisa TMMD ini jangan cepat selesai. Rumah boleh selesai, tetapi silaturahmi jangan sampai putus,” pungkas Dahlawi.

Bagi Dahlawi, rumah yang dibangun oleh TNI, sekaligus menjadi tempat menginap TNI, akan menjadi kenangan seumur hidup yang tak ternilai. (Roy/Din)

 

 

Ali Zainal Abidin Datang ke Teja Timur Bawa Harapan Rp100 Juta Untuk Keluarga ABK KM Virgo Transport 8

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos