DEPOK, IndonesiaPos
Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kota Depok, tepatnya di Jalan Pitara, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Cipayung pada Minggu, (10/12/2023).
Longsor terjadi akibat guyuran hujan lebat. Pergerakan tanah disertai longsoran tebing menerjang beberapa lokasi di Kota Depok. “Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dari beberapa lokasi tersebut,”kata Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok Bahtiar Ardiansyah.
Ia mengatakan pergerakan tanah terjadi akibat guyuran hujan lebat sejak Sabtu (30/9) sore.
“Pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 4 dini hari tadi,” ungkap Bahtiar.
Menurut Bahtiar tebing longsor setinggi 7 meter dengan panjang 20 meter terletak tak jauh dari pemukiman warga.
Bahtiar menjelaskan dalam kasus tebing longsor ini tidak satupun rumah warga rusak terdampak pergerakan tanah.
“Rumah tidak ada roboh bahkan yang terancam longsor. Karena tidak dekat dengan tebing yang longsor,”katanya.
Saat ini satuan tugas sumber daya air sedang melakukan pembersihan. Upaya tersebut dilakukan agar aliran Kali Cabang barat tidak tertutup atau tersumbat material longsor berupa bebatuan dan tanah.
“Satgas kami sedang berjibaku melakukan pembersihan,”ungkap Bahtiar.
Sejak dari awal Desember hingga Minggu (10/12) telah terjadi 44 kasus tebing longsor di Kota Depok. Semua ini tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kami sedang menginventarisir semua tebing longsor dan saluran drainase yang jebol untuk diperbaiki. Saat ini pendataan dulu tahun depan diperbaiki dengan anggaran dinas, ” pungkas Bahtiar.
Akibat Bencana Alam di Bali, BPBD Catat Kerugian Mencapai Rp19 Miliar