<

Antisipasi Reaktif dan Positif Corona, Bawaslu Kota Blitar Serentak Gelar Rapit Tes

BLITAR, lndonesiaPos – Menanggapi keterlambatan Test Rapit yang diselenggarakan Bawaslu kota Blitar, ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Ariantoko diruang kerjanya mengatakan, pelaksanaan rapit tes ini di ikuti oleh seluruh Komisioner, staf Bawaslu, semua PKD, Panwascam lengkap dengan staf Panwas kecamatan sejumlah kurang lebih 80 orang.

“Kegiatan rapit tes ini sengaja kami jadwalkan agak mundur dan baru sekarang, karena kami mengkhawatirkan kalau dilaksanakan di awal, takut kalau petugas yang dinyatakan reaktif sejak awal, sehingga kami akan kesulitan mencari penggantinya,”katanya. Sabtu, (15/8/2020).

Bambang menambahkan, bila petugas ada yang positif dan reaktif covid-19 terutama pada petugas PKD, maka secara otomatis mereka yang positif ini harus dikarantina.

“Dengan demikian akan mengurangi jumlah PKD dan mengganggu kinerja dilapangan untuk pendampingan pendataan di lapangan saat pencoklitan data pemilih,”kata Bambang.

Mengapa tes rapit dilakukan pada tanggal 15, menurut Bambang, karena pencoklitan yang dimulai sejak 15 Julli hingga 13 Agustus berdasarkan intruksi Bawaslu Pusat dan Propinsi Jawa Timur. Sekarang sudah pada tahapan verifikasi faktual dan pencoklitan sudah selesai.

“Secara kolektif collegial bertiga keputusan tersebut sudah kami sampaikan laporanya ke Bawaslu Propinsi Jawa Timur dan bisa diterima,”ujarnya.

Ia berharap, dengan penyelenggaraan rapit tes ini semua komponen penyelenggara di Bawaslu Kota Blitar hasilnya negatif, dan tidak ada yang harus di karantina.

“Kami juga tidak berharap ada yang positif, namun bila mana mungkin ada yang setelah rapit tes hasilnya positif, kami akan melakukan tindak lanjut mencari petugas penggantinya,” Pungkas Bambang (Lina)

[15/8 6.32 PM] Lina Blitar: Ketua Bawaslu kota Blitar Bambang Ariantoko

Area lampiran

BERITA TERKINI

IndonesiaPos