<
17/01/2022
Advertorial Beranda

Baddrut Tamam Datangkan Da’i Kondang Buya Arrazy Hasyim, Berikan Taushiyah

PAMEKASAN, IndonesiaPos

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam didampingi Sekretaris Daerah, Totok Hartono, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat yang mengikuti secara virtual di 13 kecamatan menerima kedatangan Dr.KH.Abuya Arrazy Hasyim, di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati. Jum’at (7/1/2022) kemarin.

Kedatangan da’i muda tersebut dalam rangka memberikan taushiyah dan silaturrahmi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam menyampaikan, untuk mensukseskan segala program yang dicanangkan Pemerintah daerah  pihaknya mempunyai dua track. Track 1, mengetuk pintu langit dengan gerakan bersolawat, dan Track 2, sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kita berikan beasiswa untuk santri, ada juga beasiswa kedokteran, juga fasilitasi anak-anak orang tidak mampu untuk menjadi polisi yang bekerja sama dengan Mapolda Jawa Timur,”paparnya.

Baddrut Tamam menambahkan,  program yang telah dicanangkan tersebut semuanya bermuara untuk kesejahteraan rakyat.

“Seperti program wirausaha baru (WUB) dengan strategi desa tematik, yakni memberikan pelatihan gratis, bantuan alat, pinjaman modal dengan bunga satu persen selama satu tahun, hingga fasilitasi pemasaran,”ungkapnya.

Selain itu, Bupati Muda yang penuh berprestasi, meminta penceramah kondang tersebut untuk memberikan taushiyah kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan guna meningkatkan kinerja yang inovatif, kreatif serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Dengan rasa senang dari lubuk hati saya bilamana Dr. KH. Abuya Arrazy Hasyim bisa memberikan pemantapan hati kepada kita untuk transformatif di segi spiritualitas, bagaimana kita ini semakin takut kepada Allah menjauhkan diri dari segala tindakan yang sekiranya membuat kita tidak terhormat,”ujarnya.

Mas Tamam sapaan akrabnya, mengingatkan kepada jajarannya agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan, melainkan jabatan hanya sebagai alat pengabdian.

“Jabatan bukan tujuan, di tengah-tengah banyak orang menganggap bahwa jabatan itu segala-galanya. Termasuk jadi bupati juga bukan tujuan,” pungkasnya.

Reporter : Hen

iklan ucapan

Berita Terkait

Kolom Komentar

IndonesiaPos