JEMBER — IndonesiaPos
Dibalik fungsinya sebagai sarana memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin, keberadaan mobil home care menjadi perbincangan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan warna branding mobil yang disinyalir sewarna dengan warna mobil milik salah seorang timses bupati.
Kondisi ini memunculkan perbincangan yang tak sedap ditengah masyarakat. Dugaan sementara menyebutkan branding mobil tersebut dilakukan orang dekat bupati dengan harga yang fantastis.
Bp salah seorang sumber informasi media menyebutkan, mobil tersebut dibranding dengan menggunakan anggaran sekitar kurang lebih Rp.6,5 juta per mobil.
” Kalau ditotal kurang lebih Rp.325 juta. Anggaran itu diduga menggunakan anggaran dinas kesehatan Jember,”tambahnya.
Bahkan menurut Bp, sempat menjadi polemik internal terkait warna branding tersebut, mengingat bupati Jember lebih menyukai warna Pink. “Sempat ada pertanyaan di internal kekuasaan, mengapa warnanya kok coklat,”jelasnya.
Sumber media lainnya juga menjelaskan bahwa branding mobil home care itu dikerjakan di salah satu tempat branding di sekitaran kelurahan Patrang Jember.
“Menurut infonya, brandingnya dilakukan menggunakan pelaku jasa di sekitar Patrang,”katanya.
“Karena sempat terjadi perdebatan di internal, ada rencananya warna branding akan dirubah, tapi masih belum tahu akan diganti apa,”pungkas sumber.
Jika itu dilakukan, ada indikasi terjadinya pemborosan anggaran keuangan daerah hanya untuk branding mobil home care yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat itu. (kik)
Mantan Ketua Pengurus Korpri Jember Mengaku Tidak Pernah Ada Lagi Iuran Dari Anggota. Benarkah?