<

Fantastis, Anggaran Apel Sholawat Kebangsaan dan Serap Aspirasi Di Bakesbangpol Telan Anggaran Rp.16 Milyar

JEMBER — IndonesiaPos

Ditengah upaya efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat berbanding terbalik dengan Konsep anggaran pemerintah kabupaten Jember.

Informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan,  anggaran “hura-hura” untuk apel sholawat  kebangsaan dan serap aspirasi pengendalian inflasi  menelan anggaran sekitar Rp.16 milyar.

Dana tersebut digunakan untuk jasa penyelenggara /EO apel sholawat kebangsaan sebesar Rp.3,15 milyar . Jasa  penyelenggara serap aspirasi pengendalian inflasi sebesar Rp.5,4 milyar.

Selain jasa penyelenggara, Biaya lainnya yang muncul dalam kegiatan tersebut termasuk pengadaan makan dan minum apel Akbar sholawat kebangsaan sebesar Rp.Rp.2,4 milyar. Biaya souvenir apel sholawat kebangsaan sebesar Rp.700 juta.

Sedangkan untuk Anggaran Mamin serap aspirasi pengendalian inflasi sebesar Rp. 3,5 milyar dan biaya souvenirnya sebesar Rp.1,06 milyar yang terbagi dalam beberapa even menggunakan anggaran APBD Jember 2026.

Hal ini bertolak belakang dengan program presiden Prabowo yang mengagendakan efisiensi dan pemangkasan biaya menyesuaikan dengan efektifitas dan disiplin anggaran.

Padahal seperti yang diketahui bahwa bupati Jember, Muhammad Fawaid merupakan salah satu kader Partai Gerindra, namun memiliki konsep yang berbeda dalam kebijakan masalah anggaran.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Bupati Siapkan  Rp.21 milyar untuk  kegiatan Mamin dan Kegiatan Seremonial Di Bakesbangpol pada APBD 2026.

Anggaran sebanyak  Rp 21 milyar tersebut sebagian besar rencananya digunakan untuk makan dan minum rapat, makan dan minum jamuan tamu,  jasa penyelenggara acara /Even Organizer, pembuatan souvenir, jasa rias, pembuatan benerr dan belanja lainnya.

Dari data yang berhasil dihimpun media menyebutkan, anggaran belanja dibagi dalam 3 kelompok kegiatan, yakni anggaran belanja event organizer  sebesar RP. 11, 8 milyar, anggaran makan dan minum sebesar Rp. 7, 15 milyar serta anggaran belanja souvenir sebesar Rp.1.7 milyar . Sedangkan sisanya digunakan untuk  anggaran kegiatan kantor sekitar kurang lebih Rp 2 milyar .

Ketua LSM Government Corruption Watch (GCW) Jember, Andhy Sungkono menyayangkan gelontoran anggaran sebesar itu hanya untuk Seremonial, sebab akan ada kebutuhan dinas lainnya  yang terpaksa dipanggkas atau dialihkan .

 “Ditengah program efisiensi keuangan yang lagi diterapkan pemerintah pusat dalam pengelolaan anggaran, disatu sisi di Jember justru rencananya ada penggelontoran anggaran hingga puluhan milyar hanya untuk jasa penyelenggara kegiatan,”ujarnya.

“Apalagi kegiatan pengadaan Mamin saja hingga milyaran rupiah.Saya sangat menyayangkan hal ini. Sepertinya tidak singkron antara kebijakan efisiensi Prabowo dengan apa yang dibenak bupati Jember,”tambahnya.

Namun sayangnya hingga berita ini diunggah belum ada pernyataan resmi dari kepala Bakesbangpol, Lingga Diputra sedang menjalankan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah bersama Bupati (kik)

 

Pencairan Hibah Rp.5,9 M Dari Pemkab Jember Untuk BPN Disinyalir Masuk Ke Rekening Pribadi, Ada Apa? 

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos