<

GMB Datangi Kantor Bea Cukai Madura Mau Audensi, Pejabatnya Menghilang

PAMEKASAN — IndonesiaPos

Lagi-lagi pelayanan publik di Madura jadi bulan-bulanan. Kali ini giliran Bea Cukai Madura yang bikin geram.

Gerakan Melati Bersatu (GMB) datang dengan itikad baik ke Kantor Bea Cukai Madura, Selasa 4 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Mereka mau audiensi. Mau ngobrol. Mau nyari solusi.

Namun, hasilnya? ZONK. Tidak ada yang menemui. Dan tidak ada yang jawab. Bahkan, kantor seolah-olah  jadi kuburan.

Koordinator GMB Suja’i, udah nggak bisa nutupin amarahnya. “Surat kami nomor 03/GMB/VII/2026 udah kami kirim sejak tanggal 31 Juli. Empat hari! Cukup buat bikin kopi, rapat, sampai bikin SK. Tapi buat jawab surat rakyat? Nggak ada!” sentaknya.


Kedatangan GMB bukan tanpa sebab. Mereka bawa segudang keluhan pelaku usaha barang kena cukai di Madura yang tercekik birokrasi.

Ini inti masalahnya, menurut
aturan, izin operasional perusahaan barang kena cukai maksimal 30 hari.

“6 bulan nunggu. 1 tahun nunggu. Ada yang 2 tahun izinnya nggak keluar-keluar. Ini kantor pelayanan apa kantor PHP?” tegas Suja’i.

Ia menyebut kondisi ini jelas-jelas membunuh investasi dan lapangan kerja di Madura. “Pantesan Madura susah maju. Wong yang ngurus izin aja dipersulit. Bea Cukai digaji dari pajak rakyat, tapi kerjanya ngelayanin siapa?”


Karena merasa diinjak-injak, GMB nggak akan diam. “Kami akan bersurat lagi. Tapi ini surat terakhir. Kalau masih diabaikan, kami pastikan. Ratusan pemuda Madura akan turun. Kami akan gelar aksi, kami akan diskusi di jalanan, dan kami tidak segan menutup kantor ini!” ancamnya.

“Selama ini yang ditutup itu akses usaha rakyat. Sekarang gantian, kami yang tutup akses kantornya kalau tetap bungkam!”

Sampai berita ini naik, Humas Bea Cukai Madura masih bungkam seribu bahasa. Telepon nggak diangkat. Konfirmasi nggak dibales.

Rakyat sudah datang. Surat sudah masuk. Tinggal nunggu: Mau jawab, atau mau ditutup? (Roy)

Ketika Rantai Perkara Berhenti di Bea Cukai

 

BERITA TERKINI

IndonesiaPos